Kudus (ANTARA) - RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah terus memperkuat kapasitas dan mutu layanan kesehatan, khususnya dalam penanganan stroke, kanker, serta kegawatdaruratan, menyusul diresmikannya gedung Fressia serta Gedung IGD dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (Ponek), Rabu.
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kudus Sam'ani Intakoris bersama Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Pelaksana tugas Direktur RSUD dr Loekmono Hadi, Mustiko Wibowo di Kudus, Rabu, menyampaikan bahwa pengembangan fasilitas tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan mutu layanan rumah sakit, terutama pada layanan stroke, onkologi, dan kegawatdaruratan.
Baca juga: RSUD dr Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya pengobatan korban banjir
Gedung Fressia dibangun dengan nilai kontrak Rp44,62 miliar yang bersumber dari dana cukai. Gedung lima lantai itu dirancang terintegrasi untuk pelayanan saraf dan kanker.
"Lantai satu dan dua digunakan untuk area parkir motor. Lantai tiga untuk Poliklinik Saraf Komprehensif yang meliputi layanan stroke, onkologi, dan fisioterapi. Sedangkan lantai empat dan lima digunakan untuk ruang rawat inap khusus stroke dan kanker dengan kapasitas 40 tempat tidur," ujarnya.
Menurut dia, keberadaan Gedung Fressia menghadirkan layanan saraf dan onkologi yang lebih terpadu, mulai dari pemeriksaan, terapi hingga perawatan dalam satu gedung, sehingga memudahkan pasien mendapatkan layanan secara komprehensif.
Sementara itu, pembangunan Gedung IGD dan Ponek dilaksanakan dengan nilai kontrak Rp6,86 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Gedung dua lantai tersebut difungsikan untuk meningkatkan layanan kegawatdaruratan.
Baca juga: RSUD Kudus terjunkan dokter spesialis sukseskan program Speling dan CKG
Lantai satu digunakan sebagai IGD terpadu dengan kapasitas 35 tempat tidur, dilengkapi ruang penanganan KDRT dan jiwa, ruang Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), serta ruang isolasi. Adapun lantai dua difungsikan sebagai ruang perkantoran untuk mendukung operasional layanan.
"Melalui renovasi dan perluasan ini, kapasitas serta kenyamanan layanan kegawatdaruratan meningkat, sehingga penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat, komprehensif, dan sesuai standar pelayanan rumah sakit," ujarnya.
Mustiko menegaskan pihaknya berkomitmen terus meningkatkan mutu layanan kesehatan di RSUD dr. Loekmono Hadi. Dengan diresmikannya Gedung Fressia serta selesainya renovasi dan perluasan IGD dan Ponek, masyarakat Kudus dan sekitarnya diharapkan memperoleh layanan yang lebih optimal, cepat, dan nyaman.
"Dengan pengembangan fasilitas ini, kami berharap dapat semakin memperkuat peran RSUD dr. Loekmono Hadi sebagai rumah sakit rujukan yang unggul dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris berharap penambahan fasilitas tersebut berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan.
Baca juga: RSUD dr Loekmono Hadi Kudus segera miliki pusat layanan stroke dan kanker
"Apalagi, masyarakat yang datang ke IGD umumnya berharap mendapatkan penanganan secepatnya. Untuk itu, perlu ada inovasi dan peningkatan kinerja agar RSUD Kudus semakin menjadi primadona,” katanya.
Ia berharap masyarakat Kudus tidak perlu lagi meminta rujukan ke luar daerah, karena fasilitas dan kualitas layanan RSUD Kudus kini semakin lengkap. Bahkan, berdasarkan data kunjungan, sekitar 70 persen pasien yang datang berasal dari luar daerah, seperti Demak dan sejumlah wilayah lain di sekitar Kudus.
Ke depan, Pemkab Kudus juga merencanakan pengembangan layanan ortopedi agar pasien dengan kasus patah tulang atau gangguan tulang tidak perlu dirujuk ke luar kota. Proyek pengembangan tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan dan konsultasi dengan pihak terkait.
Dengan berbagai pengembangan tersebut, RSUD dr. Loekmono Hadi diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Pantura Timur dan sekitarnya.
