Kudus (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi Kudus Jawa Tengah segera memiliki fasilitas baru berupa Pusat Layanan Stroke dan Onkologi, sebagai upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kudus.
"Selain itu, tahun ini juga hendak membangun gedung Instalasi Gawat Darurat -IGD- Pelayanan Kegawatdaruratan dan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif -PONEK-," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris didampingi Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri dan Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Abdul Hakam saat ditemui usai kegiatan groundbreaking di kompleks RSUD Loekmono Hadi Kudus, Jumat.
Ia berharap dengan adanya penambahan fasilitas yang ada, RSUD Kudus bisa semakin meningkatkan layanan kesehatan terhadap masyarakat.
"Mudah-mudahan nantinya juga semakin menambah kenyamanan masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Bupati Kudus usulkan RSUD Loekmono Hadi buka layanan rawat jalan hingga sore
Ia juga mempersilakan masyarakat melakukan pengawasan proses pembangunan dua gedung baru tersebut karena ditekankan dalam pelaksanaannya memenuhi ketepatan.
Mulai dari tepat spesifikasi, mutu dan kualitas, administrasi, dan tepat waktu dalam pelaksanaannya.
Ketika kedua bangunan tersebut selesai dibangun, diharapkan tahun 2026 bisa mulai dioperasikan, sehingga masyarakat yang sebelumnya harus rujukan ke luar daerah, nantinya tidak perlu jauh-jauh karena RSUD Kudus sudah bisa melayani penanganan penyakit stroke maupun kanker.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Abdul Hakam menjelaskan, pembangunan ini merupakan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Kudus.
"Tahun ini ada dua pekerjaan fisik yang waktunya bersamaan, yakni pembangunan Gedung Stroke Onkologi dan IGD Ponek," ujarnya.
Gedung Stroke Onkologi, kata dia, dirancang setinggi lima lantai dan dibangun menggunakan dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT).
Rencananya gedung lantai satu dan dua akan difungsikan sebagai area parkir mobil dan sepeda motor, lantai tiga sebagai poliklinik saraf komprehensif, sementara lantai IV dan V diperuntukkan bagi ruang rawat inap khusus pasien stroke dan kanker dengan total kapasitas 40 tempat tidur.
Adapun nilai kontrak pembangunan gedung stroke dan kanker lima lantai tersebut sebesar Rp44,6 miliar dengan masa pekerjaan mulai 14 Agustus hingga 27 Desember 2025.
"Gedung ini akan menjadi pusat layanan komprehensif bagi pasien stroke dan kanker di Kudus," ujarnya.
Sementara pembangunan gedung IGD Ponek dimulai lebih awal, pada 25 Juli hingga 21 Desember 2025 dengan durasi 150 hari kalender. Pembangunannya didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai kontrak Rp6,86 miliar.
Gedung dua lantai tersebut akan memperkuat pelayanan kegawatdaruratan dan obstetri neonatal emergensi komprehensif (PONEK).
Lantai satu IGD Ponek akan menampung IGD terpadu berkapasitas 40 tempat tidur, dilengkapi ruang KDRT dan Jiwa, ruang transit jenazah, serta ruang SPGDT. Lantai 2 digunakan untuk ruang perkantoran guna mendukung operasional layanan.
Dengan terwujudnya kedua fasilitas ini, RSUD dr Loekmono Hadi diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, komprehensif, dan berstandar tinggi, khususnya dalam penanganan kegawatdaruratan, stroke, dan kanker.
