Istanbul (ANTARA) - Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan pada Jumat (2/1) malam waktu setempat bahwa pihaknya telah menyelesaikan penarikan seluruh pasukannya dari Yaman.
Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan UEA mengatakan seluruh personel militer Emirat telah kembali dari Yaman, dengan berkoordinasi bersama para mitra terkait.
Penarikan pasukan tersebut merupakan pelaksanaan dari keputusan yang sebelumnya telah diumumkan untuk mengakhiri misi kontra terorisme yang tersisa di Yaman.
Kementerian Pertahanan UEA menambahkan bahwa penghentian tim kontra terorisme yang tersisa di Yaman dilakukan atas kehendak sendiri dan dilakukan dengan cara yang menjamin keselamatan personel, serta melalui koordinasi dengan para mitra yang berkepentingan.
Keputusan tersebut diambil ketika pasukan pemerintah Yaman pada Jumat berhasil merebut kembali kendali atas sejumlah posisi militer strategis di provinsi timur Hadhramaut, setelah para pejuang Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) mundur dari lokasi-lokasi utama.
Langkah UEA itu diambil menyusul munculnya keretakan hubungan dengan Arab Saudi, yang menuduh Abu Dhabi mendorong pasukan STC untuk melakukan operasi militer di sepanjang perbatasan selatan kerajaan tersebut di Hadhramaut dan Al-Mahra. Namun, UEA membantah tuduhan tersebut.
STC menyatakan bahwa pemerintah Yaman sebelumnya telah memarginalkan wilayah selatan secara politik dan ekonomi, serta menyerukan pemisahan diri.
Ooritas Yaman menolak klaim tersebut dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap persatuan negara.
UEA telah menjadi anggota koalisi Arab pimpinan Arab Saudi sejak 2015 untuk mendukung legitimasi di Yaman, mendukung upaya internasional dalam memerangi organisasi teroris, serta membantu mewujudkan keamanan dan stabilitas di negara Yaman yang bersaudara, tambah pernyataan Kementerian Pertahanan UEA.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Batalkan perjanjian pertahanan, Yaman minta UEA segera tarik pasukan
Baca juga: UEA umumkan penghentian militernya di Yaman
