Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur memperluas layanan kesehatan reproduksi, khususnya bagi perempuan dari keluarga prasejahtera melalui program “Ina Kasih”.
“Ina Kasih menjadi program inovatif dan inklusif, pemerintah menyediakan pembalut gratis bagi perempuan prasejahtera, remaja putri, dan kelompok penyandang disabilitas,” kata Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis saat meluncurkan program Ina Kasih di Kupang, Sabtu.
Program Ina Kasih merupakan akronim dari Intervensi Peduli Akses Pembalut Gratis untuk Perempuan dari Keluarga Pra-sejahtera Kota Kupang.
Serena menjelaskan melalui program Ina Kasih, pemerintah memperluas layanan kesehatan reproduksi yang inklusif sekaligus menghapus stigma/tabu dan mengatasi isu kemiskinan menstruasi.
Ia mengatakan pemenuhan sanitasi reproduksi berupa pembalut merupakan kebutuhan dasar dan penting bagi perempuan.
Selain itu, pemerintah ingin agar perempuan bekerja tanpa beban ganda, tanpa harus dilema antara memilih membeli pembalut atau memenuhi kebutuhan makan bagi keluarga mereka.
“Di sini pemerintah harus hadir untuk membantu mengurangi beban, sehingga masyarakat tidak perlu dilema lagi, karena makanan, pendidikan, juga untuk kesehatan reproduksi merupakan kebutuhan dasar,” ucapnya.
