Kabupaten Bekasi (ANTARA) - DPRD Provinsi Banten mengunjungi Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dalam rangka studi komparatif terkait pengadaan barang dan jasa melalui sistem katalog elektronik atau e-katalog.
Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Banten Tubagus Luay Sofhani mengatakan tujuan utama kunjungan kerja ini adalah untuk belajar praktik pengelolaan pengadaan yang telah diterapkan Kabupaten Bekasi, khususnya pemanfaatan sistem e-katalog versi terbaru.
"Kabupaten Bekasi sebagai daerah industri dengan APBD Rp8,3 triliun dinilai sukses dalam penerapan e-katalog. Ini menjadi referensi penting bagi kami di Banten," katanya di Cikarang, Senin.
Ia menyatakan sistem pengadaan digital di Kabupaten Bekasi telah menunjukkan kinerja efisien dan transparan, terutama dalam menghadapi transisi dari e-katalog versi 5 ke versi 6 yang kini mulai diadopsi secara nasional.
"Kebijakan transisi ke e-katalog versi 6 di Kabupaten Bekasi sudah tepat. Ini contoh nyata kesiapan daerah dalam mengikuti perkembangan sistem pengadaan nasional," katanya.
Tak hanya fokus pada aspek teknis pengadaan, DPRD Banten juga tertarik untuk menerapkan praktik pembinaan terhadap Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan pengusaha lokal seperti yang telah berjalan di Kabupaten Bekasi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bekasi Ani Gustini menyatakan sistem e-katalog versi 6 yang kini diimplementasikan membawa banyak peningkatan signifikan dalam hal transparansi hingga efisiensi.
