New York (ANTARA) - Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Rabu (7/1) mengatakan krisis bahan bakar dan penutupan jalan secara signifikan telah menghambat respons kemanusiaan di Jalur Gaza.
Dalam laporan hariannya, OCHA mengatakan meski pengiriman bahan bakar sudah kembali berjalan, namun pembatasan akses yang berkelanjutan, kemacetan, dan keterbatasan kapasitas penyimpanan terus meningkatkan biaya sekaligus menunda pengiriman bantuan.
Menurutnya, para mitra PBB sudah dapat melanjutkan pengiriman ransum makanan bulanan untuk pertama kalinya sejak Oktober 2023, yang menjangkau 100.000 orang.
Baca juga: PBB: Israel masih batasi bantuan ke Gaza meski gencatan senjata telah berlaku sebulan
Baca juga: Kehancuran di Jalur Gaza capai 81 persen
Baca juga: OCHA PBB catat 71 serangan pemukim Israel di Tepi Barat selama sepekan
Pihak OCHA menambahkan bahwa sejak diberlakukan gencatan senjata, 35 lokasi layanan kesehatan sudah diaktifkan kembali dan terdapat 25 lokasi tambahan, termasuk 12 pusat layanan kesehatan primer, yang sebagian besar terkonsentrasi di Gaza utara.
Badan PBB itu juga melaporkan perluasan ruang belajar sementara menjadi 424 lokasi, termasuk dua di antaranya yang dibuka pada 3 dan 4 Januari.
Sumber: WAFA
Pewarta: Asri Mayang SariUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026