Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat meminta koperasi untuk bisa menjalin sinergi dengan sektor industri agar dapat mengembangkan lini usaha sekaligus membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat maupun daerah.
Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin saat membuka kegiatan musyawarah daerah dewan koperasi Indonesia daerah atau Dekopinda Kabupaten Bekasi yang digelar di Hotel Antero Jababeka, Rabu.
"Kabupaten Bekasi memiliki kekuatan ekonomi luar biasa dengan keberadaan lebih dari 7.000 perusahaan. Ini peluang yang bisa dimanfaatkan oleh koperasi-koperasi kita," katanya.
Ia menyatakan peluang ekspansi usaha koperasi melalui skema kerja sama dengan perusahaan diyakini akan mampu membawa dampak signifikan bagi penguatan ekonomi masyarakat.
"Bayangkan kalau satu perusahaan saja bermitra dengan satu koperasi, itu sudah luar biasa. Ini saya harapkan menjadi program kerja ke depan bagi pengurus Dekopinda," katanya.
Dia mengungkapkan saat ini jumlah koperasi di Kabupaten Bekasi mencapai lebih dari 1.100 unit namun yang aktif hanya 800 koperasi, sementara 300 koperasi lain masih tidak aktif.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat peran krusial koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan, terlebih potensi usaha yang dimiliki wilayah itu relatif besar dan beragam.
Sekda menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Dekopinda sangat strategis, terlebih dengan kehadiran Koperasi Merah Putih yang berada di bawah naungan Dekopinda.
"Saya kira kolaborasi kita sudah sangat bagus. Koperasi Merah Putih juga di bawah Dekopinda dan ini tentu akan menambah potensi peluang bisnis koperasi kita," katanya.
Keberadaan program strategis nasional lain yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menambah peluang bagi koperasi agar mampu meningkatkan skala usaha maupun daya saing koperasi di daerah.
"Ini salah satu peluang juga untuk meningkatkan usaha koperasi. Tinggal bagaimana kita mengelola itu dengan baik," katanya.
Ketua Dekopinda Kabupaten Bekasi Toto Iskandar menekankan musyawarah daerah kali ini mengangkat isu-isu strategis nasional, salah satunya terkait pencanangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) oleh Presiden Republik Indonesia.
"Kami di Dekopinda bahu-membahu bersama Dinas Koperasi untuk memberikan pengarahan kepada para pengurus KDMP agar segera berkoordinasi dengan Dekopinda dan pemerintah daerah," ujarnya.
Ia menjelaskan salah satu fokus Dekopinda ke depan adalah mendorong percepatan pembangunan gerai dan kantor KDMP di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi agar koperasi tersebut dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Toto mengakui persoalan digitalisasi dan regenerasi masih menjadi pekerjaan rumah sekaligus tantangan utama apalagi selama ini koperasi masih kerap dipersepsikan sebagai lembaga ekonomi yang dikelola oleh kalangan usia lanjut.
Tantangan terbesar saat ini juga menyangkut digitalisasi. Koperasi sering dianggap hanya untuk orang-orang yang sudah sepuh.
"Padahal ke depan, koperasi harus diisi oleh kaum muda atau generasi Z agar layak diperhitungkan dan mampu bersaing dengan perusahaan swasta maupun BUMN," katanya.
Baca juga: Menemukan kembali roh keadilan pada Pasal 33 UUD 1945
Baca juga: 49 gerai Koperasi Desa Merah Putih dibangun di Lombok Tengah
Baca juga: Belajar koperasi: kurikulum untuk mencetak generasi berjejaring
