Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa strategi pengembangan pariwisata di wilayah tersebut menitikberatkan pada keterpaduan antarwilayah atau aglomerasi, serta penguatan potensi desa wisata.

"Kami punya aglomerasi wisata Kopeng, Borobudur, sama Rawapening. Kita punya seribu desa wisata," kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Semarang, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa Jateng memiliki keunggulan komparatif melalui pengembangan kawasan aglomerasi pariwisata yang terintegrasi, di antaranya Kopeng, Rawapening (Kabupaten Semarang), serta kawasan Borobudur (Kabupaten Magelang).

Jateng juga mengandalkan pengembangan desa wisata, sebagai tulang punggung pemerataan ekonomi pariwisata.

Baca juga: Desa Wisata Panembangan Banyumas Jateng bersiap sambut masa liburan sekolah
Baca juga: Pemprov Jateng dukung pengembangan desa wisata

Menurut dia, pengembangan kawasan aglomerasi dan desa wisata telah memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata, dan menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).

"Salah satu upaya untuk menaikkan PAD kita di antaranya adalah dengan memperkuat dan memperbanyak objek wisata," katanya.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan desa wisata dilakukan secara bertahap dan berjenjang.

Desa wisata yang awalnya berskala lokal, kata dia, didorong untuk naik kelas menjadi destinasi regional, hingga internasional.

Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota telah menetapkan desa wisata, melalui surat keputusan kepala daerah, sebagai dasar pembinaan dan pengembangan.

Baca juga: Wisman Cari Objek Wisata Berbasis Desa

Selain wisata berbasis alam dan sejarah, Pemprov Jateng juga mendorong diversifikasi produk pariwisata, guna memperluas segmentasi pasar, di antaranya wisata kuliner, wisata budaya, serta wisata ramah Muslim.

"Hal ini menjadi bagian dari strategi penguatan daya saing pariwisata Jawa Tengah," kata mantan Kapolda Jateng itu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Jateng pada 2024 mencapai 68,88 juta orang atau meningkat 22 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sedangkan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara, naik 28 persen menjadi 593.168 orang.

Sejumlah destinasi unggulan seperti Masjid Syeikh Zayed Surakarta, Kota Lama Semarang, Candi Prambanan, serta kawasan Borobudur dan Dieng menjadi magnet utama kunjungan wisatawan.

 



Pewarta: Zuhdiar Laeis
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026