Jakarta (ANTARA) - Inisiatif Strategis Transportasi (INSTRAN) menilai subsidi bus listrik lebih bermanfaat untuk mengurangi kemacetan sekaligus mengurangi polusi di Jakarta."
Saya titip ke teman-teman jurnalis untuk disuarakan bahwa mensubsidi bus listrik jauh akan lebih bermanfaat bagi publik daripada mobil dan motor listrik," kata Pendiri INSTRAN, Ki Darmaningtyas dalam Diskusi Catatan Transportasi Awal Tahun 2026 "Menjaga Keberlanjutan Layanan Angkutan Umum di Tengah Efisiensi Anggaran", Jakarta, Kamis.
Darmaningtyas mengatakan bus sebagai transportasi umum tentu mampu mengurangi kemacetan daripada motor dan mobil yang malah menambah kepadatan jalan.
Baca juga: Damri operasikan 286 bus listrik dukung Net Zero Emission 2060
Hal ini terlepas dari kendaraan listrik yang memang mampu mengurangi polusi udara. "Tapi kalau subsidi motor atau mobil listrik, pasti akan menambah kemacetan. Memang polusinya berkurang, tetapi kemacetannya akan bertambah," ucapnya.
Dinas Perhubungan menambah sebanyak 200 unit bus listrik untuk mendukung layanan transportasi massal, khususnya Transjakarta dan Transjabodetabek pada 2025.
Penambahan armada ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI dalam memperluas jangkauan transportasi publik.
Untuk pengembangan layanan ini, Dishub DKI juga mengajukan tambahan subsidi (Public Service Obligation/PSO) dalam APBD Perubahan 2025 sebesar Rp300 miliar hingga Rp400 miliar, yang digunakan untuk layanan Transjakarta dan Transjabodetabek.
Baca juga: Transjakarta ditawari bus berbahan bakar hidrogen
