Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico mengatakan bahwa pada tahun ajaran 2025/2026 pembelajaran artificial intelligence (AI) masuk dalam kurikulum sekolah di provinsi tersebut.
"Untuk tahun ini pembelajaran artificial intelligence tidak masuk dalam ekstrakurikuler lagi, melainkan masuk dalam kurikulum pembelajaran," kata Thomas Amirico di Bandarlampung, Jumat.
Pada awalnya pembelajaran artificial intelligence masuk dalam mata pelajaran muatan lokal, tetapi tahun ini telah dimasukkan dalam kurikulum mata pelajaran teknologi informasi komunikasi (TIK).
Pembelajaran artificial intelligence juga lebih adaptif dengan siswa yang kehidupan sehari-harinya tidak jauh dari penggunaan teknologi informasi dan membuat pembelajaran lebih efisien," katanya.
"Output-nya kami berharap artificial intelligence dapat bermanfaat dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Lampung," ujarnya.
Ia menjelaskan untuk mendukung masuknya pembelajaran artificial intelligence dalam kurikulum, pemerintah daerah telah menggelar pelatihan tentang penggunaan serta pengembangan artificial intelligence.
Saat ni sudah ada 72 guru di tingkat sekolah menengah atas (SMA) serta sekolah menengah kejuruan (SMK), dan akan terus bertambah dengan masuknya pembelajaran artificial intelligence ke kurikulum sekolah.
