Depok (ANTARA) - Gerakan UI Mengajar (GUIM) Angkatan 15 menghadirkan peran aktif mahasiswa yang terjun langsung mendukung proses penguatan pembelajaran dan pendidikan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Gerakan ini diinisiasi untuk menjawab masalah ketimpangan akses dan kualitas pendidikan yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Subdirektorat Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia, Widhyasmaramurti, di Kampus UI Depok, Senin, menyampaikan bahwa GUIM dirancang untuk memberikan dampak yang berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa peran pengajar tidak hanya terbatas pada penyampaian materi, tetapi juga pada upaya membangun kepercayaan diri anak-anak dalam proses pembelajaran.
“Pengajar memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan diri anak-anak agar mereka dapat berkembang secara optimal,” ujarnya.
Kegiatan aksi GUIM Angkatan 15 secara resmi dimulai melalui pembukaan aksi yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon.
Sebanyak 108 mahasiswa yang tergabung sebagai panitia dan pengajar diberangkatkan untuk menjalankan program pengabdian masyarakat berbasis pendidikan di enam titik, yakni SDN 2 Dukuhwidara, SDN 1 Seuseupan, SDN 1 Karanganyar, SDN 2 Orimalang, SDN 3 Sindangjawa, dan SDN 3 Kasugengan Kidul.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Yadi Supriyadi menilai GUIM sebagai inisiatif pengembangan pendidikan yang relevan dalam mendukung penguatan proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Melalui GUIM Angkatan 15, Universitas Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam penguatan pendidikan di daerah melalui keterlibatan aktif mahasiswa.
Program ini menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah.
