Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melakukan uji coba perbaikan jalan dengan memanfaatkan aspal dicampur bahan limbah plastik sebagai upaya penghematan anggaran pembangunan sekaligus menekan volume sampah di daerah itu.
Uji coba dilakukan di Ruas Gabus, Kecamatan Tambun Utara, bersamaan peresmian pelebaran jalan yang menjadi akses Tol Gabus pada Ruas Cibitung-Cilincing usai menuntaskan kegiatan pembongkaran bangunan liar.
"Pembangunan ini setelah tiga bulan kemarin kita tuntaskan pembongkaran bangli (bangunan liar). Dibangun, dilebarkan serta ditata dengan inovasi. Ini ide brilian, saya mengapresiasi Dinas SDABMBK yang sudah memprakarsai kegiatan ini sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat," kata Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang di Cikarang, Selasa.
Baca juga: Mahasiswa FTUI gunakan limbah plastik untuk agregat campuran aspal jalan
Ia menyatakan penggunaan limbah plastik sebagai bahan pembuatan aspal menjadi inovasi yang menjawab banyak persoalan mencakup keterbatasan kemampuan keuangan daerah untuk pembangunan infrastruktur serta belum optimal pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi.
"Kemarin ada laporan dari Pak Kadis SDABMBK, katanya mau bantu sedikit mengurangi sampah plastik. Saya bingung juga. Kirain sampah plastik dibuat jadi goreng kacang. Ternyata dicampur dengan aspal dan berhasil. Maka saya sangat apresiasi. Inovasi ini sebagai bentuk kontribusi daerah mengurangi sampah plastik," ucap dia.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi Henri Lincoln mengatakan inovasi ini merupakan penggabungan dari konsep daur ulang. Bahan material yang digunakan berasal juga dari aspal yang didaur ulang.
"Konsepnya daur ulang material agar lebih ada manfaat lagi. Jadi yang kami gunakan itu dari aspal yang di-scrap. Misalkan aspal dari Bina Marga Jakarta, kami daur ulang kembali sebagai bahan material. Ini digunakan sebagai solusi mengingat bahan yang biasa digunakan agak sulit seiring dengan beberapa tambang yang tutup," katanya.
Baca juga: Perusahaan pengelola limbah plastik tak berizin di Bekasi kena sanksi
Setelah mendaur ulang aspal lama, kemudian mencampurkan limbah plastik sebagai tambahan material. Penggunaan plastik secara umum dapat meningkatkan kekuatan aspal, terutama terhadap air.
"Ditambahkan tadi plastiknya, karena plastik punya sifat tahan air. Nah selama ini kan aspal salah satu kekurangannya adalah tidak tahan air," katanya.
Dia mengaku uji coba aspal berbahan limbah plastik ini sudah yang ketiga kali dan hasilnya penggunaan plastik tidak menurunkan mutu aspal. Hanya saja, diakui Henri, perlu lebih banyak uji coba agar hasilnya benar-benar maksimal.
"Jadi setiap uji coba di lapangan, kami evaluasi kembali, kami uji kembali di laboratorium yang kami miliki. Terus kami lakukan sehingga benar-benar tepat kandungannya," katanya.
Baca juga: Tragis, seorang pekerja tersedot mesin giling
Ia melanjutkan sejauh ini kandungan limbah plastik dalam aspal baru mencapai 10-20 persen. Setelah serangkaian pengujian, ditargetkan kandungan limbah plastik bisa mencapai 50 persen.
"Makanya kami terus mencari formula yang pas karena harapannya bisa sampai 50 persen. Dengan begitu otomatis biaya pembangunan bisa berkurang 50 persen, sehingga dengan anggaran yang ada kuantitas jalan yang diperbaiki bisa lebih banyak. Ini komitmen kami, pembangunan dapat memberikan manfaat yang lebih, juga dari sisi lingkungan hidup," katanya.
Setelah mendapatkan formula yang tepat, aspal berbahan limbah plastik ini akan menjadi hak paten dari Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi. "Rencananya akan kami daftarkan HaKI (Hak Kekayaan Intelektual)-nya," kata dia.
