Kota Bogor (ANTARA) - Perayaan Cap Go Meh 2026 di Kota Bogor, Jawa Barat, dinilai mampu meningkatkan ekonomi kawasan sekaligus berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) melalui rangkaian kegiatan budaya dan ekonomi yang digelar di kawasan Suryakencana pada 1-3 Maret 2026.

Ketua Panitia Cap Go Meh Arifin Himawan mengatakan, penyelenggaraan event tersebut tidak hanya berorientasi pada perayaan budaya, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

“Setiap kegiatan yang kami laksanakan harus punya dampak, terutama bagaimana meningkatkan ekonomi kerakyatan. Itu menjadi fokus utama kami,” kata Arifin dalam pemaparannya saat konferensi pers di Kota Bogor, Selasa.

Menurut dia, kawasan Suryakencana selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi setiap kali event digelar. Pengalaman pada kegiatan sebelumnya menunjukkan meningkatnya jumlah pengunjung yang berdampak langsung pada naiknya omzet pedagang dan pelaku usaha di sekitar lokasi acara.

Ia menambahkan, perayaan Cap Go Meh telah menjadi agenda budaya yang dinanti masyarakat dan pelaku usaha karena mampu menarik arus kunjungan dalam jumlah besar. Kondisi tersebut menciptakan efek berantai terhadap sektor perdagangan, kuliner, hingga usaha kecil yang beroperasi di kawasan tersebut.

Selain mengusung nilai budaya, kegiatan tahun ini juga bertepatan dengan bulan Ramadhan sehingga konsep acara disusun untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kegiatan keagamaan masyarakat. Pasar Malam Jadoel digelar pada sore hari, sementara rangkaian utama Cap Go Meh dilakukan setelah shalat tarawih.

Arifin menyebutkan bahwa konsep tersebut sekaligus memperkuat citra Kota Bogor sebagai kota yang harmonis dan toleran, di mana kegiatan budaya dapat berjalan berdampingan dengan nilai-nilai spiritual tanpa mengurangi manfaat ekonomi yang dihasilkan.

Panitia juga berharap keberlanjutan event Cap Go Meh dapat terus memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekonomi kawasan Suryakencana, termasuk mendorong aktivitas wisata dan pergerakan ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Selain itu, event yang telah mendapat pengakuan sebagai salah satu kegiatan budaya terbaik di Jawa Barat tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Kota Bogor sebagai destinasi wisata budaya yang berdampak langsung pada perekonomian daerah dan peningkatan PAD.

Baca juga: Cap Go Meh Bogor libatkan 200 UMKM di Pasar Malam Jadoel

Baca juga: Gemerlap lilin dan harmoni Imlek di Kubu Raya

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026