Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mempercepat perbaikan ruas jalan Parung, Ciseeng, dan Kemang, Jawa Barat, sebagai upaya menjaga kelancaran arus mudik sekaligus menopang aktivitas ekonomi masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan percepatan perbaikan dilakukan melalui kolaborasi antara Kementerian Pekerjaan Umum, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta unsur masyarakat guna menutup sementara lubang jalan agar mobilitas warga tetap aman dan lancar saat arus mudik mulai berlangsung.

“Tujuan kami sama, keselamatan masyarakat yang utama. Kami berupaya bersama-sama menuntaskan beberapa perbaikan jalan yang belum selesai agar saat arus mudik nanti lubang-lubang jalan sudah tertutup,” kata Rudy Susmanto saat kegiatan perbaikan jalan di wilayah Parung, Selasa.

Ia menjelaskan, langkah percepatan tersebut dilakukan pada malam hari untuk meminimalkan gangguan terhadap pengguna jalan, mengingat ruas Parung–Ciseeng–Kemang merupakan jalur padat yang banyak dilalui masyarakat Kabupaten Bogor maupun pengguna dari daerah lain.

Menurut Rudy, perbaikan dilakukan tanpa mempersoalkan kewenangan jalan, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten, karena yang menjadi prioritas utama adalah keselamatan warga dan kelancaran mobilitas menjelang puncak perjalanan mudik.

Perbaikan jalan tersebut dinilai penting untuk menopang aktivitas ekonomi masyarakat, terutama distribusi barang, akses pekerja, serta kegiatan perdagangan yang meningkat selama Ramadan dan menjelang Idulfitri. Jalan yang layak diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan menekan kerugian ekonomi akibat kerusakan kendaraan.

Selain penambalan jalan, Pemkab Bogor bersama Dinas Perhubungan juga melakukan perbaikan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada malam hari.

Rudy menyebutkan, percepatan penanganan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, aparat kepolisian dan TNI, serta dukungan anggota DPRD dan pemerintah desa setempat.

Ia mengakui hasil perbaikan sementara tersebut belum maksimal karena keterbatasan waktu dan panjangnya ruas jalan yang harus ditangani. Namun, langkah cepat dinilai penting sebagai solusi jangka pendek sebelum perbaikan permanen dilakukan.

“Kami mohon maaf hasilnya mungkin tidak maksimal, tapi minimal lubang jalan tertutup dulu agar masyarakat lebih aman saat mudik,” ujar Rudy.

Pemkab Bogor menargetkan upaya kolaboratif tersebut dapat terus dilakukan selama kondisi cuaca mendukung, sehingga kondisi jalan utama di wilayah barat Kabupaten Bogor tetap layak dilalui dan mendukung perputaran ekonomi masyarakat selama periode mudik dan libur Lebaran.

Baca juga: Menhub dorong masjid di setiap jalur mudik bisa jadi "rest area" pemudik

Baca juga: Korlantas siapkan "check point" pemeriksaan kendaraan pada masa mudik Lebaran 2026

Baca juga: Pemkab Bekasi prioritaskan perbaikan infrastruktur jalan pastikan kenyamanan pemudik

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026