Jakarta (ANTARA) - President University kembali mengukir prestasi di tingkat internasional dengan meraih pengakuan bergengsi dalam World University Rankings for Innovation (WURI) 2025 yang diorganisir oleh IPS Switzerland dan diprakarsai oleh Hanseatic League of Universities (HLU) pada tahun 2018.
Pada tahun 2025, WURI melalukan pemeringkatan terhadap 1.350 perguruan tinggi dari seluruh dunia dengan metoda peer review bersama 203 pimpinan perguruan tinggi.
Dalam pemeringkatan yang diumumkan pada awal Juli ini, President University berhasil meraih peringkat pertama dunia dalam kategori Entrepreneurial Spirit, serta peringkat kedua dunia dalam kategori Crisis Management dan Infrastructure and Technologies.
Selain pencapaian pada kategori-kategori utama tersebut, President University juga berhasil masuk dalam daftar Global Top 400 Innovative Universities, dengan menempati peringkat ke-220 dunia.
"Posisi ini menunjukkan pengakuan global terhadap kontribusi President University dalam menciptakan inovasi yang relevan dan berdampak," kata Rektor President University, Handa S. Abidin, Selasa (12/8/2025).
Sejak awal didirikannya President University, visi yang dijunjung tidak pernah berubah, salah satu diantaranya yakni membangun pemimpin-pemimpin yang memiliki jiwa kewirausahawan (entrepreneurship).
Hal ini sudah diintegrasikan oleh President University ke sistem pembelajaran mulai dari tahun pertama hingga tahun terakhir untuk mempersiapkan generasi pemimpin yang siap untuk bertahan di berbagai situasi.
Pada tahun pertama, salah satu program pembelajaran yang telah diterapkan oleh President University beberapa tahun terakhir adalah program Economic Survival.
Program Economic Survival merupakan salah satu kelas wajib yang harus diambil oleh seluruh mahasiswa tahun pertama di President University.
Dalam program tersebut, para mahasiswa tahun pertama memiliki 2 pilihan, yakni Internship Experience atau Startup Building Program.
Selain program Economic Survival, President University juga memiliki inkubator dan akselerasi bisnis—SetSail BizAccel—yang senantiasa mendukung para mahasiswa yang ingin untuk membangun dan mengembangkan startup mereka sendiri.
Bersama dengan SetSail BizAccel, para mahasiswa yang ingin mendirikan startup mereka sendiri, akan dibimbing untuk mengembangkan ide-ide mereka menjadi bisnis yang nyata melalui berbagai program.
Salah satu program unggulan adalah Ready SetSail, sebuah inisiatif inkubasi bisnis yang komprehensif untuk mendukung pengembangan startup di berbagai sektor, yang dapat diikuti oleh para mahasiswa President University mulai tahun kedua.
Ready SetSail ini diimplementasikan pada Fablab Jababeka, sebuah Industrial Estate Innovation Hub yang diprakarsai oleh President University dengan Jababeka Group yang memiliki lebih dari 1000 mitra perusahaan baik nasional maupun internasional.
Selain Ready Setsail, Setsail juga memfasilitasi program bootcamp mahasiswa di mana para mahasiswa terlibat pada proyek inovasi sejumlah perusahaan asing dan startup dari luar negeri dari beberapa negara seperti USA, Qatar, Perancis, dan Portugis.
Berkolaborasi dengan rekan-rekan internasional seperti INTI International University (Malaysia), UNITAR International University (Malaysia) di fasilitas Fablab Jababeka, dan Chung-Ang University (Korea Selatan), President University telah mengadakan beberapa sesi hackathon internasional di fasilitas Fablab Jababeka (Golden Code Hackathon) serta Tanjung Lesung Resort (BeachHacks!) yang dapat memperluas cara pikir para peserta dan melatih kegigihan mereka saat bekerja dibawah tekanan.
Integrasi Teknologi ke Sistem Pembelajaran
Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, President University telah mengintegrasikan berbagai teknologi untuk mengoptimalkan proses pembelajaran dan memastikan seluruh mahasiswa dapat mengikuti perkembangan teknologi.
Dimulai dari penggunaan Learning Management System (LMS) seperti President University Information System (PUIS) dan juga E-Campus yang membantu dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari dosen dan mahasiswa, hingga pengintegrasian teknologi dalam kurikulum yang diterima oleh para mahasiswa.
Untuk membuat PUIS lebih efektif dan aksesibel untuk mencara informasi, President University juga memiliki Artificial Intelligence (AI)-nya sendiri, yakni DEMI AI. Dengan keberadaan AI ini, seluruh pengguna PUIS dapat mendapatkan informasi yang mereka butuhkan dengan lebih cepat.
Pembuatan program ini dipercayakan kepada 3 mahasiswa yang sedang menempuh studi mereka di President University.
Mereka adalah Muhammad Reyhan Winarto, Jaya Iskandar MF, dan juga Joseph Tedja Nugraha Wibawa, mahasiswa dari program studi (prodi) Information Technology angkatan 2022. Program ini mereka bangun setelah satu tahun belajar di President University.
Saat ini, DEMI AI sudah banyak digunakan oleh para mahasiswa dan dosen untuk mendapatkan informasi mengenai hal-hal seputar kampus.
Tak berhenti disitu, untuk kedepannya, DEMI AI tidak hanya dapat membantu penggunanya untuk mendapatkan informasi yang diperlukan, namun juga untuk Personalized-AI Services.
"Dengan adanya personalized AI services, para mahasiswa dapat mendapatkan bantuan sesuai yang mereka butuhkan. Baik dari segi edukasi (sebagai tutor virtual untuk membantu belajar mahasiswa), konsultasi akademik (sebagai penasihat akademik), dan juga konsultasi karir (sebagai penasihat perkembangan karir) yang dapat diakses oleh para mahasiswa kapan pun dan dimana pun," jelas Rektor President University, Handa S. Abidin.
Dikaktakannya lebih lanjut, selain mengembangkan teknologi LMS, saat ini President University juga tengah menguji coba sebuah program inovatif bernama EduPlay AI. Program ini merupakan inisiatif yang menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi gamifikasi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, personal, dan menyenangkan.
EduPlay AI dirancang untuk menjawab tantangan rendahnya keterlibatan dan motivasi belajar mahasiswa akibat metode pembelajaran tradisional yang kurang adaptif terhadap kebutuhan generasi saat ini.
"Meskipun masih dalam tahap pengembangan awal, EduPlay AI diharapkan dapat membantu dosen memantau progres belajar mahasiswa secara real-time, menyesuaikan materi dengan kebutuhan individu, serta memberikan umpan balik yang lebih tepat sasaran," kata Handa.
Menurutnya, elemen gamifikasi seperti tantangan, poin, dan penghargaan juga diterapkan untuk mendorong semangat belajar dan kolaborasi di dalam kelas.
"Melalui pendekatan ini, President University berupaya membangun sistem pendidikan yang lebih human-centered dan berbasis data di era digital," terang Handa.
Selain integrasi teknologi AI ke sistem pembelajaran, President University juga menerapkan infrastruktur pembelajaran yang dinamakan organic lab, yang difasilitasi oleh Fablab Jababeka sebagai Industrial Estate Innovation Hub.
President University juga bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menggunakan infrastruktur lab terkini untuk kebutuhan riset dosen dan mahasiswa.
President University Terus Berinovasi
Sebagai respons terhadap perubahan zaman yang begitu cepat, President University terus berinovasi dari tahun ke tahun. Setiap program, baik akademik maupun non-akademik, dirancang untuk memastikan setiap lulusannya tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu bersaing di pasar kerja lokal maupun global.
Inovasi ini mencakup pembaruan kurikulum, penguatan kerja sama industri, penyelenggaraan kegiatan pengembangan diri seperti Resume and LinkedIn Expo, hingga pemanfaatan AI secara optimal pada seluruh program studi untuk kegiatan pembelajaran yang relevan.
"Perubahan kebutuhan di dunia kerja memang sangatlah cepat, tapi President University siap untuk membangun generasi yang siap menghadapi tantangan apa pun," jelas Dr. Adhi Setyo Santoso, ST., MBA., Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset dan Inovasi President University.
President University tempati peringkat pertama dan kedua di ranking WURI 2025
Rabu, 13 Agustus 2025 13:40 WIB
Gedung President University. ANTARA/HO-Presuniv
