Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menangani seorang warga lanjut usia (lansia) berinisial SM (68) yang terkena gigitan anjing liar.
"Korban sudah dapat perawatan medis, namun belum ada bukti apakah yang bersangkutan terinfeksi rabies atau tidak," kata Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam di Tanjungpinang, Minggu.
Ia menjelaskan SM tiba-tiba diserang anjing liar saat duduk di atas sepeda motor sembari menunggu anaknya di kawasan Rimba Jaya, Tanjungpinang, Rabu (6/8) malam.
Anjing berwarna cokelat itu menggigit bagian betis sebelah kanan korban sehingga menyebabkan luka serta mengeluarkan banyak darah.
Baca juga: Lombok Tengah tangani anak digigit lima anjing liar
Baca juga: Waduh, tiga anak digigit anjing diduga rabies di Dompu NTB
Korban langsung dibawa anaknya ke RSUD Tanjungpinang untuk mendapatkan perawatan medis.
"Sampai ke RSUD, korban dilakukan penjahitan di luka gigitan, lalu diberikan vaksin anti-rabies, serta suntik tetanus dan antibiotik," kata dia.
Setelah mendapat perawatan medis di rumah sakit, kata dia, korban langsung pulang ke rumahnya.
Keesokan harinya, Kamis (7/8), korban datang ke Puskesmas Tanjungpinang guna meminta perawatan lanjutan, karena masih merasakan nyeri di area bekas gigitan anjing tersebut.
"Kami terus memantau kondisi korban. Untuk perawatan lanjutan dan penggantian perban, korban mendapat layanan dari puskesmas," ucap Rustam.
Baca juga: Gawat ada 825 warga NTB digigit anjing
Imbas insiden warga digigit anjing liar itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan jajaran pemerintah kelurahan, babinsa, bhabinkamtibmas, puskesmas, Dinas Pertanian, Karantina Hewan, serta pengelola kawasan Rimba Jaya.
Berdasarkan hasil koordinasi itu, disepakati akan dilakukan pemantauan selama 14 hari sekaligus memastikan tak ada lagi korban gigitan anjing liar ke depannya, khususnya di Rimba Jaya sebagai salah satu lokasi kuliner di ibu kota Provinsi Kepri tersebut.
