Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI), Politeknik Negeri Padang (PNP), dan Universitas Diponegoro (Undip) disambut oleh Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah dalam rangka melaporkan capaian implementasi Program Hibah Kemendikti Saintek Tanggap Darurat Bencana Sumatra 2025.
 
Tiga kampus perguruan tinggi tersebut melaksanakan kolaborasi respon tanggap bencana di Sumatra Barat berdasarkan keilmuan masing-masing.

Universitas Indonesia bersama PNP berlokasi turun respon bencana di Nagari Padang Laweh Malalo, Nagari Guguak Malalo, dan Nagari Sumpur yang masuk wilayah Kecamatan Batipuh Selatan, Kab. Tanah Datar. Adapun Undip di Kota Padang dan Kabupaten Agam.
 
Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah menyambut hangat kehadiran rombongan dari tiga perguruan tinggi dan menerimanya di Istana Gubernur.

Gubernur menyambut baik dan berterima kasih atas usaha dan kerelaan tim yang sudah banyak membantu. Ucapan tersebut ditujukan juga kepada kementerian riset dan pendidikan tinggi, karena melalui program Hibah DIKTI Tanggap Respon bencana banyak perguruan tinggi yang turun ke lapangan untuk memberikan bantuan dalam bidangnya masing-masing.
 
Perwakilan tiga perguruan tinggi negeri tersebut menyampaikan kepada gubernur capaian respon tanggap bencana yang dijalankan. Seperti halnya Tim B UI yang diketuai Dr. Adonis Muzani melaporkan terkait peralatan penyaring air bersih, penyaring untuk air minum, fasilitas internet, dan solar panel.
 
Selain itu Tim B UI yang berkolaborasi dengan PNP memberikan referensi pertama yaitu data potensi bencana yang muncul yakni adanya retakan di bukit yang masuk daerah Nagari Guguak Malalo. Dari retakan tersebut meluluhlantahkan tanah dan bebatuan di bukit lalu turun ke Muaro Ambius dan masuk ke Danau Singkarak.
 
Kemudian yang kedua disampaikan terkait pendokumentasian Check dam (bendungan kecil) di Jorong Duo Koto yang hancur lebur. Padahal kehadiran bendungan atau sabo tersebut sangat membantu warga dalam meminimalisir dampak longsor maupun banjir bandang (galodo).

Hal seperti ini yang menjadikan alasan tersendiri pentingnya diadakan pertemuan dengan gubernur agar temuan di lapangan dapat segera mendapatkan perhatian dalam rekonstruksi.
 
Kantor Wali Nagari Guguak Malalo pun menjadi perhatian dari tim UI dan PNP. Mengingat lokasi bangunan saat ini berada di tepi sungai yang menyalurkan air dari Check dam Jorong Duo Koto.

Selain itu posisi kantor wali nagari juga berada di bawah permukaan jalan. Wali Nagari Guguak Malalo, Mulyadi merasa terbantu dengan tim UI yang di dalamnya ada ahli Geologi sehingga mendapatkan apa yang dibutuhkan.
 
"Kami berterima kasih kepada Undip, UI  dan PNP yang telah berkoordinasi dalam rangka untuk memberikan bantuan kepada masyarakat kami di Sumatra Barat dan kami berharap tim yang silih berganti untuk membantu kami di Sumatra baik untuk kesehatan dan kemudian juga untuk penyediaan air bersih dan kemudian juga untuk ke depannya dalam rangka untuk merehabilitasi beberapa kawasan termasuk sungai-sungai kita, jalan-jalan kita," katanya.
 
Disampaikan juga oleh Gubernur Mahyeldi kepada perwakilan tiga kampus bahwa dirinya pun menyoroti upaya pemetaan geologi kita Sumatra Barat.

Faktor tersebut dipandang penting karena jadi sumber memang peristiwa seperti banjir, longsor.

Sumatra Barat memiliki beberapa patahan sehingga melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan dapat memberi dukungan. 

Hasil tersebut kemudian akan menjadi bagian dari perencanaan ke depan untuk Sumatra Barat.
 
Maka untuk itu kepada perguruan tinggi yang ada kami harapkan dalam rangka mensinergikan bisa bersinergi dengan PNP, UI, Undip dan yang lainnya sehingga bantuan terkonsentrasi dan terkoordinasi secara baik sehingga juga akan menimbulkan efek yang lebih maksimal dalam rangka untuk rehabilitasi rekonstruksi masyarakat di Sumatra Barat ke depannya.

 



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026