Tangerang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Provinsi Banten mengimbau masyarakat mewaspadai lima penyakit yang kerap muncul saat musim penghujan, di antaranya DBD, Cikungunya, Leptospirosis, Influenza, dan Diare.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Tangerang dr. Yumelda Ismawir di Tangerang, Kamis, mengatakan untuk kasus DBD ditandai dengan demam tinggi mendadak dan bintik merah. Sementara Cikungunya memiliki gejala serupa namun lebih khas pada nyeri persendian.
Lalu untuk penyakit Leptospirosis yang disebabkan bakteri dari urine tikus memiliki gejala nyeri pada otot betis dan mata memerah. Jika tidak segera ditangani, ini bisa mengakibatkan kematian.
"Kami imbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit ini. Jika mengalami gejala tersebut agar segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk dapat penanganan intensif," ujarnya.
Baca juga: Kiat cegah ISPA di musim hujan dan banjir
Baca juga: Sudinkes Jakarta Barat ajak warga waspadai DBD hingga leptospirosis saat musim hujan
Baca juga: Jaktim imbau warga waspadai penyakit di musim hujan
Sebagai upaya penanganan, Dinkes mengoptimalkan "Baba Resik" (Bareng-bareng Memberantas Sarang Nyamuk)’ untuk mengatasi DBD di permukiman.
"Ini adalah bagian dari Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang paling efektif memutus rantai perkembangbiakan nyamuk,” kata dia.
Ia juga mengingatkan pentingnya daya tahan tubuh dan perlindungan diri. Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di area genangan air atau banjir, disarankan menggunakan alas kaki atau sepatu bot untuk mencegah masuknya bakteri melalui luka di kulit.
Masyarakat juga diminta tidak menunda pemeriksaan medis. Jika muncul gejala demam yang tidak kunjung membaik dalam waktu tiga hari, warga diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
“Kota Tangerang memiliki jaringan puskesmas yang siap melayani, bahkan ada puskesmas dengan layanan UGD 24 jam. Jangan menunggu parah, segera periksa ke tenaga medis,” katanya.
Pewarta: Achmad IrfanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.