Depok (ANTARA) - Program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (PPM UI) melakukan transformasi layanan kesehatan berbasis data analitik untuk percepatan penanganan stunting di Tangerang Selatan kolaborasi Vokasi UI dan STIKes Banten.
Saat ini stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia. Meski data pengukuran balita telah tersedia melalui sistem elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).
Wahyu Nofiantoro selaku pengusul program tersebut dalam keterangannya, Rabu mengatakan, peserta diajak memahami bahwa data bukan sekadar angka, melainkan dasar penting dalam perencanaan intervensi kesehatan.
Pemanfaatan data tersebut sering kali belum optimal untuk mendukung pengambilan keputusan di tingkat layanan kesehatan dan kebijakan lokal.
Universitas Indonesia melalui Program Hibah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat UI 2025 menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Transformasi Layanan Kesehatan Berbasis Data Analitik dalam Penanganan Stunting: Memperkuat Kapasitas Tenaga Kesehatan dan Mendukung Kebijakan Lokal.”
Kegiatan ini fokus pada peningkatan kapasitas nutrisionis di 22 Puskesmas dalam mengolah dan memvisualisasikan data stunting agar lebih bermakna dan dapat ditindaklanjuti.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Program Pendidikan Vokasi UI berkolaborasi dengan STIKes Banten, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Departemen Kesehatan Gizi dan Keluarga, dan Puskesmas Pilihan.
Kegiatan dilaksanakan selama dua hari pada Senin, 29 Desember 2025 dan Selasa, 30 Desember 2025. Dengan partisipasi aktif tenaga kesehatan dari berbagai unit layanan.
Pada hari pertama, kegiatan diikuti oleh 34 nutrisionis, dan pada hari kedua sebanyak 33 nutrisionis. Meski dilaksanakan menjelang tahun baru, antusiasme nutrisionis tetap tinggi hingga rangkaian kegiatan akhir.
Dari Data Mentah ke Dashboard Interaktif Salah satu inti kegiatan adalah pengenalan dan praktik penggunaan preset.io, sebuah alat analitik data yang memungkinkan pengolahan data menjadi dashboard interaktif.
Melalui sesi bertajuk “Pengantar preset.io untuk Tenaga Kesehatan: Mengubah Tumpukan Data Stunting Menjadi Aksi Nyata,”.
Menurut Riksa Wibawa R, pemahaman terhadap stunting harus diawali dengan kejelasan definisi serta penetapan tujuan analisis data, agar informasi yang dihasilkan benar-benar Accurate, Complete, consistent”.
Dashboard yang dihasilkan dirancang agar dapat langsung digunakan oleh nutrisonis dan pemangku kepentingan di tingkat lokal, baik untuk pemantauan kondisi gizi balita, program evaluasi, maupun sebagai bahan advokasi kebijakan berbasis data.
“Pelatihan ini adalah bagian dari sesuatu yang mungkin nantinya ibu-ibu kader bisa menerapkan di masyarakat yaitu dalam peningkatan pencatatan stunting di posyandu,” ungkap Susi susilawati.
Memperkuat Kapasitas dan Mendukung Kebijakan Lokal Melalui pendekatan berbasis data analitik, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis nutrisionis, tetapi juga mendorong perubahan cara pandang dalam pengambilan keputusan.
Nutrisionis diharapkan mampu memanfaatkan data sebagai alat strategi untuk merancang intervensi yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Program ini sejalan dengan komitmen Universitas Indonesia dalam mendukung penguatan sistem kesehatan masyarakat melalui pengabdian yang aplikatif dan berdampak nyata.
Dengan memadukan teknologi, data, dan kapasitas sumber daya manusia, transformasi layanan kesehatan berbasis data diharapkan dapat berkontribusi pada percepatan penurunan stunting serta mendukung kebijakan kesehatan lokal yang lebih responsif.
Kegiatan pengabdian ini menjadi bukti bahwa ketika data dipahami dan dimanfaatkan dengan baik, ia tidak hanya berhenti sebagai laporan, tetapi berubah menjadi aksi nyata bagi kesehatan masyarakat.
Hari kedua, yang berlangsung pada Selasa, 30 Desember 2025, fokus pada pelatihan penggunaan aplikasi Preset.io.
Materi pelatihan ini dipimpin oleh Nisa Ismundari Wildan dibantu oleh fasilitator data analitik dari mahasiswa kesehatan masyarakat STIKes Banten dan mahasiswa teknik komputer UI.
Pengembangan modul pengembangan stunting berkolaborasi dengan mahasiswa University of Yamanashi, Rizky Adi dan Fakultas Teknik UI, Fauzan Arfa Nofiantoro.
Di masa depan, diharapkan aplikasi pemantauan stunting berbasis preset.io mampu memvisualisasikan data yang interaktif dan mudah dipahami.
Dashboard ini juga diharapkan mampu membantu proses identifikasi wilayah prioritas, pemantauan tren kasus, serta evaluasi efektifitas program intervensi stunting secara lebih cepat, tepat, serta menurunnya prevalensi stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas se-Tangerang Selatan dalam 3-5 tahun kedepan.
Kegiatan yang diselenggarakan di STIKes Banten ini, turut dihadiri oleh perwakilan dinas kesehatan yaitu Susil menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman pengambilan kebijakan di bidang kesehatan.
Melalui workshop ini peserta juga memperoleh gambaran langkah yang tepat untuk perencanaan kebijakan ke depan.
Ia berharap hasil pelatihan dapat diterapkan oleh tenaga kesehatan masyarakat dan Dinas Kesehatan sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran.
"Workshop ini membuat kami memahami cara analisis data yang efisien dan efektif untuk menunjang pekerjaan kami," katanya.
Ilmu yang diberikan relevan dan dapat langsung diterapkan; hasilnya akan kami sampaikan kepada pimpinanan, dan dari praktik yang dilakukan terbukti analasis data menjadi lebih sistematis serta memudahkan pengambilan keputusan.
Utami selaku nutrisionis menjelaskan kegiatan pengmas ini diharapkan memberikan dampak yang baik untuk peningkatan kualitas pengetahuan nutrisionis.
