Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Jawa Timur, memperpanjang jam pengambilan sampah untuk menangani lonjakan volume harian sampah yang mencapai 80 ton pascaperayaan Tahun Baru 2026.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond, di Kota Malang, Kamis, mengatakan bahwa pada waktu normal pemungutan sampah dilakukan mulai pukul 05.00 WIB sampai 12.00 WIB, tetapi khusus sekarang tugas personel ditambah sampai pukul 16.00 WIB.
"Volume sampah memang ada peningkatan 80 ton dan secara keseluruhan di Kota Malang itu 800 ton volumenya, rata-rata 720 ton per hari. Kami tidak ada penambahan personel maupun armada tetapi jam pengambilannya yang ditambah," kata Raymond.
Volume sampah itu lebih tinggi ketimbang saat perayaan Tahun Baru 2025 yang bertambah 60 ton.
Baca juga: Malang buka opsi maksimalkan sampah TPA Supit Urang
Dia menjelaskan 600 dari 800 ton total sampah saat tahun baru dikirimkan ke Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Supit Urang. Sedangkan, 200 ton lainnya dikirimkan ke Tempat Pemrosesan Sampah (TPS) 3R dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang tersebar di wilayah Kota Malang.
Menurut dia, sampah banyak muncul di tempat yang menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat untuk merayakan malam pergantian tahun, seperti Jalan Besar Ijen, Kayutangan Heritage, dan di sekitar kawasan Stasiun Malang Kota Baru.
Mayoritas jenis sampah, kata dia, yakni plastik, styrofoam wadah makanan, dan botol kemasan minuman.
"Seperti di Jalan Besar Ijen dan di Kayutangan, sampah masih berserakan di pinggir jalan sehingga petugas lebih ekstra membersihkan," ujarnya.
Baca juga: Pejabat eksekutif-legislatif Bekasi belajar pengelolaan sampah di Kota Malang
Raymond mengimbau seluruh wisatawan dan warga Kota Malang agar bersama-sama lebih memperhatikan serta menjaga kebersihan lingkungan, dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
"Jangan membuang sampah di selokan atau sungai, karena kejadian banjir yang viral lalu itu disebabkan adanya penyumbatan pada saluran air atau drainase akibat tumpukan sampah," kata dia.
Pewarta: Ananto PradanaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026