Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah menyasar 193.073 siswa di 948 sekolah dan santri pondok pesantren dalam pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG).
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa program CKG menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan pelajar sebagai langkah strategis membentuk sumber daya manusia (SDM) yang unggul di masa depan.
"Oleh karena itu, kami mengajak para pelajar tidak takut menjalani pemeriksaan kesehatan. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya agar bisa diketahui kondisi kesehatan tubuh sejak awal," katanya.
Baca juga: Jambi sasar 16 sekolah ikut Program CKG di Puskesmas
Baca juga: Pemkot Depok ingatkan sekolah persiapkan sarana dan prasarana CKG untuk pelajar
Menurut dia, kepala sekolah serta pondok pesantren bisa mendukung penuh program ini agar seluruh siswa dan santri mendapatkan pemeriksaan kesehatan.
"Saya berharap seluruh anak sehat, panjang umur, menjadi generasi yang hebat, dan mampu meraih cita-cita setinggi-tingginya," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan mengatakan program cek kesehatan ini dilaksanakan berdasarkan sejumlah regulasi dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
Jenis pemeriksaan kesehatan ini, kata dia, meliputi 15 item, mulai dari pengukuran status gizi, pemeriksaan mata, telinga, gigi, hingga indeks massa tubuh (IMT).
Baca juga: Batam sasar 76.079 orang anak dalam Bulan Imunisasi Anak Sekolah 2025
Menurut dia, pihaknya telah menyiapkan tenaga medis lengkap serta dukungan logistik dari Kementerian Kesehatan dengan tujuan agar dapat mendeteksi dini risiko penyakit serta dalam penanganan, dan sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.
"Program ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antar instansi dalam meningkatkan kesehatan anak sekolah dan membentuk generasi Kabupaten Pekalongan yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan," katanya.
