Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan pembaruan pendidikan menjadi jembatan yang mengatasi disparitas mutu pendidikan antara sekolah negeri dan swasta.
Menurutnya, realitas sekolah swasta hari ini memperlihatkan dua wajah. Ada sekolah swasta yang menjadi magnet hingga orang tua rela mengantre bertahun-tahun, namun tidak sedikit juga sekolah yang masih berjuang menjaga jumlah siswa dan keberlanjutan lembaganya.
“Ini menunjukkan bahwa kualitas menentukan kepercayaan publik. Orang tua akan memilih sekolah terbaik. Kalau tidak berbenah, kita bisa tertinggal,” kata Fajar dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Senin.
Bagi Fajar, kunci mengecilkan jurang mutu itu bukan terletak pada murid.
Ia mengajak sekolah untuk melakukan introspeksi dan pembaruan guna menilik kualitas pembelajaran yang berlangsung di kelas, termasuk bagaimana kompetensi guru terus diperbarui, dan kepala sekolah memimpin dengan visi mutu.
Baca juga: Anggota DPR ingatkan 20 persen anggaran pendidikan juga untuk madrasah
“Yang perlu kita benahi bukan anak-anaknya, tetapi kualitas pembelajaran dan profesionalisme gurunya,” ujarnya.
Ia pun menyinggung hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA yang belum banyak menempatkan sekolah swasta dalam jajaran 100 besar nasional.
Data itu, menurutnya, bukan untuk diratapi, melainkan dijadikan cermin bersama.
“Kalau ingin memperkecil disparitas, maka kualitas guru harus jadi prioritas. Tidak ada jalan pintas,” tegasnya.
Dalam konteks yang lebih luas, ia menyebut Kemendikdasmen tengah mendorong pembenahan tata kelola guru secara sistemik berbasis empat kompetensi, yaitu pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
Baca juga: Visi "UKI EMAS" wujudkan lulusan berdaya saing global
Pemerintah, lanjutnya, juga mempercepat Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta memastikan tunjangan profesi guru disalurkan langsung setiap bulan.
Namun di atas semua kebijakan itu, Fajar menekankan satu hal yang lebih mendasar kepada etos kerja, yakni pentingnya menyempurnakan pekerjaan secara profesional.
“Guru yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan totalitas adalah fondasi kemajuan sekolah,” tuturnya.
Di Sukabumi, komitmen itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat untuk peningkatan kualitas guru di lingkungan Dikdasmen Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Ia mengatakan penandatanganan tersebut menjadi langkah kecil, namun diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar panjang mengecilkan disparitas mutu pendidikan.
Sebab pada akhirnya, Fajar menegaskan keunggulan sekolah bukan semata soal gedung megah atau fasilitas modern melainkan tumbuh dari ruang-ruang kelas yang hidup, dari guru-guru yang terus belajar, dan dari kepemimpinan yang tak lelah menjaga mutu.
Baca juga: DPR sebut Presiden Prabowo sangat perhatian ke pendidikan
