Mataram (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan kunjungan wisatawan di kawasan pesisir pantai Kota Mataram, mulai menunjukkan tren positif seiring dengan membaiknya kondisi cuaca di wilayah setempat.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra di Mataram, Senin, mengatakan, setelah sempat mengalami penurunan drastis akibat cuaca ekstrem pada Januari hingga awal Februari 2026, angka kunjungan wisatawan di sejumlah destinasi unggulan, seperti Pantai Loang Baloq dan Pantai Ampenan, kini berangsur normal.
"Alhamdulillah, sektor pariwisata di Kota Mataram kini mulai menunjukkan tren positif seiring membaiknya kondisi cuaca," katanya.
Baca juga: Objek wisata di Mataram tetap dibuka saat malam pergantian tahun
Baca juga: Wisata ramah Muslim perlu jaminan halal
Selama periode cuaca ekstrem, katanya, jumlah pengunjung turun hingga lebih dari 50 persen dari kondisi normal.
Pada kondisi normal di akhir pekan (weekend), kunjungan wisatawan ke Pantai Loang Baloq biasanya bisa mencapai 800 hingga di atas 1.000 pengunjung per hari. Tapi saat cuaca ekstrem, angka tersebut turun hingga menjadi sekitar 200 orang.
"Fenomena yang kami lihat, begitu cuaca bagus di Sabtu-Minggu, masyarakat langsung ramai berkunjung. Apalagi kemarin ada Festival Durian yang sangat ramai, pengunjung di atas 1.000," katanya.
Menurutnya, secara psikologis masyarakat cenderung menahan diri untuk keluar rumah saat cuaca ekstrem, namun segera mencari hiburan begitu kondisi mendukung.
Baca juga: Dispar Mataram tingkatkan kebersihan objek wisata selama Fornas VIII 2025
Meski kunjungan kurang normal saat cuaca ekstrem, kata Cahya, kewaspadaan tetap menjadi prioritas. Satgas pariwisata dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) tetap disiagakan untuk memantau situasi di lapangan.
"Satgas dan Pokdarwis wajib memonitor dan melaporkan kondisi destinasi wisata secara berkala, terutama untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang tiba-tiba," katanya.
Diharapkan, dengan kondisi cuaca yang mulai bersahabat tingkat kunjungan wisata bisa terus meningkat dan kembali pada kondisi normal.
