Serang (ANTARA) - Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke wilayah Banten selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mencapai hampir 700 ribu orang, atau mengalami tren peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
"Pada tahun lalu, tercatat ada sekitar 250 ribu pengunjung saat Natal dan tahun baru di seluruh Provinsi Banten," kata Kepala Dispar Provinsi Banten Eli Susiyanti di Serang, Jumat.
Ia mengatakan peningkatan ini tidak terlepas dari upaya pengamanan dan kenyamanan yang dilakukan bersama Balawista (Badan Penyelamat Wisata Tirta).
"Kami menerjunkan 100 orang personel Balawista bersertifikat di 49 titik dan 150 relawan untuk menjaga aktivitas wisata. Alhamdulillah tren kunjungan meningkat hampir mencapai 700 ribu," ujarnya.
Eli menjelaskan bahwa objek wisata pantai masih menjadi magnet utama dengan kontribusi mencapai 46 persen dari total seluruh destinasi wisata di Banten.
Terkait mitigasi bencana dan cuaca ekstrem, Eli menjelaskan pihaknya memiliki grup koordinasi siaga wisata yang melibatkan petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kepolisian, dan instansi terkait untuk memantau pergerakan cuaca secara real-time.
Selain fokus pada keamanan, Eli menegaskan pihaknya kini memprioritaskan tiga hal utama, yakni branding, promosi, dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Mengenai kendala aksesibilitas, Eli mengakui hal tersebut masih menjadi tantangan bagi sebagian objek wisata yang sedang berkembang. Namun program pembangunan infrastruktur dari Gubernur Banten dinilai cukup membantu akses ke destinasi wisata.
"Kita memiliki 548 destinasi wisata. Saat ini kita fokus pada penataan objek wisata terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan promosi yang lebih masif. Bantuan konten kreator juga sangat membantu kami," pungkas nya.
Baca juga: Tenun Badui bisa jadi lokomotif wisata Banten
Baca juga: Wamenpar minta Pemda Banten perketat pengawasan praktik pungli wisata
