Depok (ANTARA) - Wali Kota Depok, Supian Suri, menyatakan, ketulusan, keihklasan dan kecintaan almarhumah Meriyati Hoegeng pada negeri menjadi panutan bagi kami.
"Saya banyak belajar dari alamarhumah tentang kecintaan beliau pada negeri ini," kata dia, ketika mengunjungi rumah duka di Pesona Khayangan Depok, Selasa.
Ia mempunyai kenangan dengan almarhum ketika dia dan Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, maju dalam proses demokrasi tidak terlepas dari dukungan almarhumah.
"Beliau memberi beliau memberi dukungan dan motivasi yang beliau berikan sangat membekas," katanya.
Baca juga: Meriyati Hoegeng sempat jalani perawatan di rumah sakit selama dua pekan
Baca juga: Meriyati Hoegeng di Makamkan di Giri Tama Bogor pada Rabu
Baca juga: Meriyati Roeslani Hoegeng, istri Jenderal Hoegeng, wafat di usia 100 tahun
Meriyati Roeslani Hoegeng atau yang akrab disapa Eyang Meri, istri dari mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, wafat pada Selasa pada usia 100 tahun. Meri meninggal dunia pada pukul 13.24 WIB karena sakit.
Meri Hoegeng lahir pada 23 Juni 1925 di Yogyakarta, Hindia Belanda. Meri merupakan anak dari pasangan dr. Mas Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe.
Meri menikah dengan Hoegeng pada 1946 dan dikaruniai tiga orang anak.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.