Depok (ANTARA) - Direktur Kelembagaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisainstek), Prof. Mukhamad Najib, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif UI GreenMetric dalam mendorong keberlanjutan di lingkungan kampus.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan resmi antara tim manajemen UI GreenMetric (UIGM) yang dipimpin oleh Kepala UI GreenMetric, Dr. Vishnu Juwono, dengan Prof. Mukhamad Najib di Gedung Kemdiktisainstek lantai 6, Jakarta, pada Rabu (11/2).

Dalam diskusi tersebut, Prof. Najib menekankan pentingnya partisipasi luas dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta, dalam pemeringkatan UI GreenMetric Sustainable University Rankings 2026 (UIGM SUR 2026).

"Kami menyambut baik inisiatif ini dan mendukung agar sebanyak-banyaknya universitas di Indonesia ikut berpartisipasi. Ini adalah langkah nyata dalam mewujudkan ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan," ujar Prof. Mukhamad Najib.

Dr. Vishnu Juwono menyambut antusias dukungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa UI GreenMetric hadir bukan sekadar sebagai ajang kompetisi, melainkan sebagai katalis transformasi sistemik yang membantu perguruan tinggi mencapai standar akuntabilitas keberlanjutan.

"Kami bersyukur atas dukungan pemerintah melalui Kemdiktisainstek. UI GreenMetric diharapkan dapat membantu perguruan tinggi di Indonesia untuk memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) kementerian, terutama pada aspek dampaknya ke masyarakat dan pelestarian lingkungan hidup," ungkap Dr. Vishnu Juwono.

Tren Partisipasi dan Capaian Global Hingga saat ini, UI GreenMetric telah menjadi ekosistem rujukan global dengan total partisipan mencapai 1.745 universitas dari 105 negara. Di Indonesia sendiri, antusiasme perguruan tinggi terus meningkat secara signifikan, di mana pada tahun 2025 tercatat sebanyak 196 perguruan tinggi telah berpartisipasi dalam pemeringkatan ini.

UI GreenMetric juga memberikan apresiasi khusus bagi berbagai kategori institusi di Indonesia untuk memotivasi peningkatan kinerja, seperti:

Top 3 Politeknik Paling Berkelanjutan: Dipimpin oleh Politeknik Negeri Malang, diikuti Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun, dan Politeknik Negeri Jember.

Top 3 Perguruan Tinggi Islam Paling Berkelanjutan: Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, UIN Raden Fatah Palembang, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Penghargaan Khusus: Universitas Tanjungpura meraih penghargaan untuk Peningkatan Kinerja Keberlanjutan Terbaik 2025.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi universitas-universitas di Indonesia dalam pemeringkatan kelas dunia (World Class University) melalui implementasi praktik berkelanjutan yang kontekstual secara lokal namun relevan secara global.



Pewarta: Antara
Editor : Feru Lantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026