Purwakarta (ANTARA) - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menekankan agar seluruh kepala dinas hadir dalam kegiatan pelayanan publik keliling ke desa-desa, agar persoalan yang muncul bisa segera terselesaikan.
"Maksud saya itu, dalam kegiatan pelayanan publik di desa, lalu ada persoalan yang terjadi di desa itu, bisa dibahas langsung dan segera terselesaikan. Jadi kehadiran kepala dinas dalam pelayanan publik di desa itu penting," katanya di Purwakarta, Selasa.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta telah menghadirkan pelayanan publik keliling ke desa-desa, sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi pelayanan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut digelar satu kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa.
Dalam kegiatan di desa itu, Pemkab Purwakarta menerima aspirasi dan persoalan di desa yang disampaikan oleh masyarakat secara langsung.
Baca juga: Bupati Purwakarta lantik 14 pejabat eselon II di hamparan sawah Desa Pusakamulya
Namun dalam kegiatan pelayanan publik di Desa Neglasari, Kecamatan Darangdan, Selasa, nyaris tidak ada kepala dinas yang hadir. Atas hal itu bupati marah dan menegaskan mengenai pentingnya kehadiran kepala dinas dalam kegiatan pelayanan publik di desa.
Bupati menyatakan kecewa saat menemukan sekolah rusak dan kondisi jalan yang rusak di Desa Neglasari, tapi dalam kegiatan pelayanan publik di desa tersebut, kepala dinas terkait tidak hadir.
Ia menekankan, kehadiran kepala dinas dalam kegiatan pelayanan publik sangat untuk mencatat setiap permasalahan yang terjadi di desa tempat pelayanan publik digelar.
"Maksud saya, ketika ada pelayanan publik lalu ada permasalahan langsung diselesaikan, jika kepala dinas terkait-nya hadir," kata dia.
Baca juga: Bupati Purwakarta bantah tuduhan bela pelaku penyalahgunaan dana PIP
Jika kepala dinas sibuk, katanya, maka bisa diwakilkan oleh sekretaris dinas. Kemudian jika kepala dinas dan sekretarisnya tidak bisa hadir, bisa diwakili oleh kepala bidang, kepala seksi atau staf. Sebab hal terpenting ada perwakilan dari dinas terkait jika terjadi persoalan yang ditemukan di desa saat pelayanan publik di desa-desa.
"Saya ingin acara pelayanan publik di desa-desa itu bermakna. Salah satunya kita bisa tahu profil desa di mana tempat pelayanan. Jadi kepala dinas harus hadir. Kalau ada kepala dinas yang lebih sibuk dari bupati, utus sekretaris, kalau sibuk utus kabid, masih sibuk juga utus kasi. Yang penting ada di pinggir saya, jadi ketika ada masalah bisa segera diselesaikan," katanya.
