Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, berupaya mendongkrak perekonomian dengan Wisata Belanja Ramadan yang melibatkan partisipasi aktif dari 150 Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
"Kami sengaja merangkul 150 UMKM pilihan untuk memberikan ragam pilihan bagi warga, sekaligus menjadikan ajang ini sebagai daya tarik pariwisata yang mempercepat perputaran ekonomi masyarakat," kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Samarinda Muslimin di Samarinda, Minggu.
Beragam produk unggulan mulai dari aneka takjil khas Nusantara, hidangan manis untuk berbuka, hingga pakaian Muslim berkualitas ditawarkan secara lengkap dalam pusat keramaian tersebut.
Baca juga: Batam manfaatkan situasi Singapura jadi magnet belanja dan wisata
Baca juga: Menpar pantau langsung aktivitas wisata belanja hingga sejarah di Bali
Penataan lokasi wisata belanja ini dirancang melalui penambahan hiasan ornamen lampu bernuansa Islami demi memikat minat kunjungan masyarakat dari berbagai kalangan.
Pemerintah kota secara khusus memfasilitasi para pedagang dengan tenda berstandar yang seragam guna menciptakan suasana pasar yang rapi, bersih, dan nyaman bagi seluruh pengunjung.
Setiap harinya, ribuan warga terlihat sangat antusias memadati area perbelanjaan ini sejak sore hari untuk berburu menu berbuka puasa bersama keluarga.
Selain menawarkan pengalaman berbelanja yang menyenangkan, pihak penyelenggara juga menyuguhkan berbagai pertunjukan seni musik religi secara langsung guna menambah semarak suasana jelang waktu magrib.
Baca juga: Wisata belanja terpadu jadi fokus utama Indonesia Great Sale tahun Ini
Fasilitas penunjang penting seperti area parkir yang memadai serta titik pembuangan sampah terpadu telah disiapkan dengan matang demi menjaga ketertiban umum.
Petugas dari dinas terkait juga secara berkala melakukan inspeksi pengawasan guna memastikan standar kebersihan seluruh makanan tetap terjaga dengan sangat baik.
"Melalui wisata belanja ini diharapkan mampu menjadi momentum nyata kebangkitan ekonomi kerakyatan yang berdampak langsung pada kesejahteraan pedagang kecil," ujar Muslimin.
