Makassar (ANTARA) - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) yang juga Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Sulsel Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc, menyampaikan pentingnya kompetensi insinyur menyesuaikan kebutuhan zaman.
Prof Jamaluddin Jompa (JJ) saat melantik Pengurus Cabang PII Wilayah Sulsel di Makassar, Jumat, mengatakan dengan perkembangan teknologi yang pesat, insinyur harus mampu beradaptasi dan berinovasi agar dapat mendukung kebijakan hilirisasi yang tengah digenjot oleh pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, dia menegaskan bahwa kehadiran insinyur bukan hanya sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendorong hilirisasi.
Prof JJ menekankan pentingnya sinergi antara insinyur, akademisi, dan sektor industri dalam menciptakan nilai tambah bagi pembangunan nasional.
Baca juga: Unhas sambut Ramadhan dengan penguatan spiritual
Baca juga: Unhas dan Perludem gelar seminar bertajuk 'urgensi revisi UU Pemilu'
Baca juga: Unhas canangkan sebagai pusat riset hilirisasi nikel Indonesia
“PII harus menjadi wadah yang efektif dalam menyatukan sumber daya manusia untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan Indonesia, termasuk pembangunan wilayah. PII tidak hanya bertugas membesarkan organisasi, tetapi juga harus menunjukkan kontribusi yang terukur dan nyata dalam membangun bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan keberadaan pengurus cabang di kabupaten/kota Sulsel sangat penting untuk memperkuat jaringan profesional insinyur dan meningkatkan kompetensi dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Prof JJ mengharapkan para pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme, serta menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah dalam pembangunan yang berkelanjutan.
Secara umum, proses pelantikan pengurus cabang Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Sulawesi Selatan ini mencakup sembilan cabang di antaranya Kabupaten Luwu timur, Toraja, Pinrang, Bone, Kota Makassar, Gowa, Maros, Sidrap dan Kota Parepare.