Depok, (Antara Megapolitan) - PKS menyambut baik deklarasi koalisi enam partai (PAN, Demokrat, PKB, Nasdem, PPP dan Hanura) Kota Depok Jawa Barat untuk menghadapi Pilkada serentak pada 9 Desember 2015.
"Deklarasi yang dilakukan beberapa partai bukan akhir kesepakatan, tapi baru tahap awal polarisasi saja sehingga masih bisa berubah," kata Ketua Kebijakan Publik DPD PKS Kota Depok, Muttaqin di Depok, Rabu.
Muttaqin menilai dari sisi politis PKS melihat, deklarasi yang dilakukan sebagai salah satu langkah partai-partai yang ada untuk naikkan nilai tawar. Variabel yang paling menentukan dari koalisi pada akhirnya tergantung kepada siapa yang ditetapkan sebagai calon wali kota dan wakil walikota.
"Ini sangat menentukan sekali kemana arah partai untuk mendukungnya," katanya.
Menurut dia, PKS berkeyakinan bahwa segala kemungkinan dalam politik masih bisa terjadi hingga detik-detik pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota Depok.
Untuk itu PKS sendiri akan terus berkomunikasi untuk penjajakan koalisi dengan partai-partai yang ada, termasuk yang sudah melakukan deklarasi. Sebelum pendaftaran calon disampaikan ke KPUD segala sesuatunya bisa berubah.
Apalagi beberapa partai menengah atas seperti PDI Perjuangan, Gerindra, PKS dan Golkar belum final tentukan format koalisi. "Kami masih terus mencarai format koalisi yang tentunya untuk menguntungkan masyarakat," ujarnya.
Dari 10 partai yang duduk di kursi dewan hanya PDI Perjuangan yang bisa mengusung calon wali kota dan wakil wali kota tanpa harus berkoalisi. Partai berlambang banteng moncong putih ini mempunyai 11 kursi. Sedangkan syarat mencalonkan wali kota adalah sepuluh kursi.
Sedangkan Gerindra hanya mempunyai 9 kursi atau kurang satu kursi untuk dapat mencalonkan wali kota. Sedangkan partai lainnya adalah Golkar (5), PAN (6 kursi), PKS (6), PKB (1), Hanura (2), Nasdem (1), PPP (4), Demokrat (5) harus berkoalisi.
PKS Depok Sambut Baik Koalisi Partai-partai
Kamis, 4 Juni 2015 11:14 WIB
Logo Partai Keadilan Sejahtera (PKS). (Foto kpu.go.id/Dok)
Deklarasi yang dilakukan beberapa partai bukan akhir kesepakatan, tapi baru tahap awal polarisasi saja sehingga masih bisa berubah.
