Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri dari Indonesia, Kerajaan Hashemite Yordania, Uni Emirat Arab, Pakistan, Turkiye, Arab Saudi, Qatar, dan Mesir menuntut agar Israel memastikan PBB dan LSM internasional dapat beroperasi di Gaza dan Tepi Barat.

Para menteri luar negeri menuntut agar Israel memastikan PBB dan LSM internasional dapat beroperasi di Gaza dan Tepi Barat secara berkelanjutan, dapat diprediksi, dan tanpa batasan, mengingat peran integralnya dalam respons kemanusiaan di Jalur Gaza, demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri melalui unggahan di akun resmi X, @Kemlu_RI, Jumat.

Disebutkan bahwa segala upaya untuk menghambat kemampuan mereka beroperasi tidak dapat diterima.

Para menlu memuji upaya tanpa henti dari semua organisasi dan badan PBB, terutama UNRWA, serta LSM kemanusiaan internasional, yang terus membantu warga sipil Palestina dan memberikan bantuan kemanusiaan dalam keadaan yang sangat sulit dan kompleks.

Baca juga: Malaysia kecam rezim Israel larang organisasi bantuan kemanusiaan di Gaza
Baca juga: Palestina kutuk Israel batalkan izin 37 organisasi kemanusiaan internasional beroperasi

Mereka juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas memburuknya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza yang diperparah kondisi cuaca yang buruk dan tidak stabil, termasuk hujan lebat dan badai.

Kondisi itu kian parah akibat terbatasnya akses kemanusiaan, krisis akut pasokan kebutuhan pokok yang menyelamatkan jiwa serta lambannya kedatangan material penting yang dibutuhkan untuk pemulihan layanan dasar dan pembangunan hunian sementara.

Para menteri menyoroti bahwa cuaca buruk telah mengungkap kerapuhan kondisi kemanusiaan yang ada, khususnya bagi hampir 1,9 juta orang dan keluarga pengungsi yang tinggal di tempat penampungan yang tidak memadai.



Pewarta: Asri Mayang Sari
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026