Bogor, (Antara Megapolitan) - Sejumlah pedagang kecil termasuk pedagang aneka sayuran di Kota Bogor, Jawa Barat mengharapkan pemerintah segera mengendalikan bahkan menurunkan harga-harga barang sembilan kebutuhan pokok (sembako) yang terus merambat naik.
"Harga beberapa barang kebutuhan pokok sudah terus naik, dan yang paling terasa setidaknya dalam empat hari terakhir," kata pedagang sayuran keliling, Syafei (51) yang ditemui di Kelurahan Menteng Asri, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu.
Ketika ditemui di saat menyusun dan bersiap-siap mengedarkan dagangannya, bapak dari lima orang anak perantauan asal Jawa Tengah itu mengaku jika harga barang kebutuhan pokok terus naik, apalagi terlalu tinggi tidak dikendalikan, maka menyulitkan pedagang.
"Kalau harga barang setiap hari berubah terus, kami jadi repot, bagaimana mengatur pembelian barang dagangan dan bagaimana bisa mendapat untung," ujarnya.
Syafei didampingi beberapa temannya satu profesi mengemukakan, dalam kurun empat hari saja, kenaikan beberapa komoditas cukup terasa memberatkan, dan yang naiknya tinggi antara lain cabai merah keriting, juga daging ayam.
Dia menjelaskan, pada posisi Sabtu pagi (9/5), dia mendapatkan barang dagangan yang akan dijualnya kembali dengan harga antara lain cabai merah besar keriting Rp40.000/kg, atau naik dari empat hari atau sepekan lalu yang baru sekitar Rp28.000 sampai dengan Rp30.000/Kg.
Kemudian cabai merah besar biasa, dengan ukuran lebih besar dari cabai merah besar keriting juga sama naik dari sekitar Rp30.000 menjadi Rp40.000/kg.
Sementara cabai rawit, juga mengikuti naik meski harganya jauh lebih rendah dari harga cabai merah berat keriting, yaitu naik dari Rp12.000 menjadi Rp20.000/kg.
Sambil membagi-bagi dan mengemas dagangannya menjadi partai kecil-kecil, bungkusan dalam kantong plastik dan bungkusan daun maupun hanya dengan cara diikat, Syafei menjelaskan lebih lanjut, untuk harga daging ayam potong naik Rp6.000/kg-nya, yaitu dari Rp28.000 menjadi sekitar Rp32.000 sampai dengan Rp34.000/kg.
Memberatkan Keluarga
Kondisi pasar yang ditandai dengan kecenderungan naiknya harga sembako itu juga dikeluhkan oleh sejumlah warga, khususnya kalangan ekonomi menengah dan kecil di Kota Bogor dan sekitarnya.
Salah seorang warga di Kampung Pabuaran, Kelurahan Cilendek Timur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Nasrudin (49) mengaku kenaikan harga sembako itu sangat memberatkan perekonomian keluarganya.
Bapak dari lima anak yang umumnya masih sekolah itu mengaku dengan naiknya harga sayuran itu saja, dalam dua hari ini sudah sangat terasa memberatkan.
"Terasa sekali naiknya, biasanya kami belanja sayuran cukup Rp30.000 sampai dengan Rp40.000/hari, tapi sudah dua sampai tiga hari ini paling tidak habis Rp60.000/hari untuk volume dan jenis barang belanjaan sayuran yang sama," ujarnya.
Kondisi itu, kata Nasrudin lebih lanjut, masih ditambah lagi dengan pengeluaran rutin harian yakni ongkos atau biaya transportasi diri dan istrinya ke dan dari tempat kerja, serta transport serta uang jajan anak-anaknya yang rata-rata minimal antara Rp10.000 sampai Rp20.000/anak/hari.
"Pokoknya makin beratlah, karena itu tidak ada harapan lain kepada pemerintah kecuali agar harga-harga barang kebutuhan jangan sampai naik, bila perlu turun, dan pendapatan di tempat kerja juga dinaikkan. Itu saja," katanya.
Sebelumnya, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor, menginformasikan, harga sembilan bahan pokok pada sejumlah pasar tradisional di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat mengalami kenaikan rata-rata dua persen sejak sepekan terakhir, didominasi produk-produk hortikultura.
"Kenaikan harga belum signifikan, rata-rata dua persen, didominasi cabai dan sayur-sayuran," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor, Mangahit Sinaga.
Pedagang Sayur Harap Pemerintah Turunkan Harga Sembako
Sabtu, 9 Mei 2015 21:21 WIB
Ilustrasi (Foto Antara/ Lucky R/Dok)
Harga beberapa barang kebutuhan pokok sudah terus naik.
