Bogor, (Antaranews Bogor) - Ketua DPRD Kota Bogor Jawa Barat Untung B Maryono mengharapkan gerakan Rebo Nyunda yang digagas Pemerintah Kota dapat disebarluaskan kepada masyarakat dengan menggalakkan kembali tradisi Sunda dalam acara perkawinan.
"Rebo Nyunda jangan hanya sampai di tingkat Pemerintah Kota saja, tetapi disebarluaskan ke masyarakat. Coba dibuat Perwali agar penyelenggaraan pernikahan menggunakan kembali tradisi Sunda seperti angklung, wayang golek, Gendang Pencah dan Jaipongan," kata Untung di Bogor, Kamis.
Menurut Untung, tradisi budaya Sunda di Kota Bogor sudah terasa menghilang, seiring tidak diperdengarkannya lagi kesenian budaya Pasudan tersebut di kalangan masyarakat.
Ia mengatakan, dalam tradisi pernikahan Sunda, harusnya ada wayang golek, begitu juga dengan kegiatan kebudayaan angklung, jaipongan dan gendang pencah yang sudah jarang dimainkan lagi di tengah masyarakat.
"Gerakan Rebo Nyunda harus diperluas, agar tujuannya untuk melestarikan seni dan budaya Sunda sampai ke masyarakat. Sehingga tidak pegawai pemerintahan saja tapi juga masyarakat ikut dilibatkan," kata Untung.
Tidak hanya menghidupkan kembali kesenian Sunda pada acara pernikahan, lanjut Untung, gerakan Rebo Nyunda juga diperluas di tingkat pendidikan melalui sekolah-sekolah dan juga kelurahan.
"Dulu saja pelajaran Bahasa Sunda ada di dalam sekolah. Sekarang sudah tidak ada lagi, bagaimana bahasa Sunda bisa lestari kalau tidak diajarkan. Oleh karena itu, untuk melestarikannya gerakan Rebu Nyunda juga dilaksanakan dikalangan dunia pendidikan," kata Untung.
Untung menyebutkan, untuk mengajarkan dan melestarikan budaya Sunda, guru-guru harus terlibat di dalamnya, salah satunya melalui gerakan Rebo Nyunda tersebut.
Menurut Untung, gerakan Rebo Nyunda tidak hanya untuk melestarikan budaya leluhur, tetapi jika ditarik ke ranah politik, dapat mempererat hubungan kerja antara Legislatif dan Eksekutif.
"Karena dalam Rebo Nyunda itu, kita berbaur dengan saling menggunakan bahasa Sunda, kita berpakaian tradisional Sunda yang memberikan makna atau rasa menghargai sejarah budaya kita. Ada rasa untuk saling hormat menghormati dalam kebersamaan," ujar Untung.
Pemerintah Kota Bogor secara resmi meluncurkan gerakan Rebo Nyunda pada Rabu (5/11) kemarin yang ditandai dengan mengenakan pakaian tradisional serta berbahasa Sunda setiap hari Rabu.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor Shahlan Rasyidi menjelaskan, program Rebo Nyunda dimaksudkan mengajak masyarakat untuk memelihara dan mengangkat kembali kearifan lokal yaitu budaya Sunda karena Kota Bogpr berada di wilayah tatar sunda.
Menurut Shahlan, Rebo Nyunda tidak hanya sekedar menggunakan pakaian dan bahasa Sunda saja, tapi yang terpenting penyampaian ajaran-ajaran dan nilai budaya didalamnya.
Shahlan menambahkan, program Rebo Nyunda digagas oleh Budayawan dan Seniman Bogor. Program ini direspon postif oleh Pemerintah Kota Bogor.
"Pak Wali Kota telah membuat surat edaran ke setiap SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) terkait Rebo Nyunda dan akan ditindak lanjuti dengan Perwali (Peraturan Walikota) pada tahun depan," kata Shahlan.
DPRD harapkan Rebo Nyunda diperluas ke masyarakat
Kamis, 6 November 2014 16:21 WIB
Pemkot Bogor mulai berlakukan Rebo Nyunda yaitu berpakaian adat Sunda tiap hari Rabu. (Foto Antara/ Laily Rahmawati)
"Tidak pegawai pemerintahan saja tapi juga masyarakat ikut dilibatkan,"
