Bogor, (Antaranews Bogor) - DPRD Kota Bogor Jawa Barat mendukung Gerakan "Rebo Nyunda" yang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah dengan ikut berpartisipasi mengenakan pakaian dan berbahasa Sunda setiap hari Rabu.
"Pencanangan Gerakan Rebo Nyunda sangat bagus sekali, karena menghidupkan kembali Budaya Sunda yang sudah mulai dilupakan. Kami di DPRD mendukung agar gerakan ini dibumikan," kata Ketua DPRD Kota Bogor Untung B Maryono kepada Antara di Bogor, Kamis.
Menurut Untung, sudah saatnya Budaya Sunda diangkat kembali dimulai dari jajaran Pemerintahan Daerah lalu disebarkan ke masyarakat.
"Karena kita akui tradisi dan Budaya Sunda ini sudah mulai hilang, apalagi ada remaja yang berbahasa Sunda sehari-harinya tidak terdengar lagi angklung di setiap pelaksanaan pesta perkawinan, maupun wayang golek," kata Untung.
Untung menegaskan bahwa DPRD tidak mengikuti gerakan yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Bogor, tetapi lebih kepada mendukung gerakan yang menurutnya perlu disebarluaskan.
Sebagai bentuk dukungan, seluruh anggota DPRD Kota Bogor ikut mengenakan pakaian tradisional Sunda, bagi laki-laki mengenakan "Kampret" dan kebaya untuk perempuan.
"Bahkan rapat terkait anggaran yang dilakukan Rabu kemarin saya pimpin dengan menggunakan bahasa Sunda. Walau tidak semua anggota dewan bisa berbahasa Sunda, kita harus biasakan terutama setiap hari Rabu," kata Untung.
Untung menambahkan bahwa pihaknya berharap gerakan Rebo Nyunda tidak hanya dilaksanakan di tingkat Pemerintah Kota Bogor saja, tetapi menyebar di tingkat sekolahan dan kelurahan.
"Gerakan ini juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kecil terutama penjual Totopong, Tarumpah (sendal-red) dan pakaian Kampret yang dulunya tidak dilirik lagi, sekarang justru bergairah lagi ekonominya," kata Untung.
Sebelumnya, Rabu (5/11), Pemerintah Kota Bogor secara resmi mencanangkan Gerakan Rebo Nyunda. Ini ditandai dengan seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Pemkot Bogor mengenakan pakaian tradisional dan berbahasa Sunda termasuk Wali Kota Bima Arya dan Wakil Wali Kota Usmar Hariman.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor Shahlan Rasyidi menjelaskan Program Rebo Nyunda dimaksudkan untuk mengajak masyarakat untuk memelihara dan mengangkat kembali kearifan lokal, yaitu Budaya Sunda karena Kota Bogpr berada di wilayah tatar Sunda.
Menurut Shahlan, Rebo Nyunda tidak hanya sekedar menggunakan pakaian dan Bahasa Sunda saja, tapi yang terpenting penyampaian ajaran-ajaran dan nilai budaya di dalamnya.
Shahlan menambahkan bahwa Program Rebo Nyunda digagas oleh budayawan dan seniman Bogor. Program ini direspon postif oleh Pemerintah Kota Bogor.
"Pak Wali Kota telah membuat surat edaran ke setiap SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) terkait Rebo Nyunda dan akan ditindak lanjuti dengan Perwali (Peraturan Wali Kota) pada tahun 2015," kata Shahlan.
DPRD Kota Bogor dukung gerakan "Rebo Nyunda"
Kamis, 6 November 2014 10:45 WIB
Ketua DPRD praktekkan cara pake totopong "Rebo Nyunda". (Foto Antara/ Laily Rahmawati)
"Kami di DPRD mendukung agar gerakan ini dibumikan,"
