"Secara resmi mulai 5 November ini gerakan Rebo Nyunda resmi diluncurkan,"Bogor, (Antaranews Bogor) - Para pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bogor Jawa Barat Rabu berseragam tradisional Sunda, laki-laki memakai Kampret dan perempuan mengenakan kebaya dalam rangka pencanangan gerakan Rebo Nyunda.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor Shahlan Rasyidi, di Bogor, Rabu mengatakan program Rebo Nyunda bertujuan untuk mengajak masyarakat melestarikan tradisi dan budaya Sunda yang kian kesini semakin terdekradasi oleh budaya luar.
Gerakan Rebo Nyunda tersebut mewajibakan pegawai dan pejabat Perintah Kota Bogor untuk berpakaian tradisional dan berbahasa Sunda setiap hari Rabu.
"Rebo Nyunda tidak hanya sekedar menggunakan pakaian dan bahasa Sunda saja, yang terpenting penyampaian ajaran-ajaran dan nilai budaya di dalamnya," kata Shahlan.
Ia mengatakan, pencanangan gerakan Rebo Nyunda secara resmi akan diluncurkan bersamaan dengan digelarnya Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kota Bogor di salah satu hotel di kawasan Puncak.
"Secara resmi mulai 5 November ini gerakan Rebo Nyunda resmi diluncurkan," kata Shahlan.
Hampir semua pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bogor mengenakan pakaian tradisional Sunda. Wali Kota Bima Arya mengenakan Kampret warna hitam sedangkan Wakil Wali Kota Usmar Hariman mengenakan warna putih.
Sejumlah pejabat lainnya seperti Kepala Satpol PP Kota Bogor, Kepala Humas Pemkot Bogor serta seluruh ajudan dan pegawai berseragam tradisional Sunda.
Menurut Kepala Sub Bidang Pemberitaan Bagian Humas Pemkot Bogor Pria Gunadi, gerakan Rebo Nyunda memiliki nilai histori untuk melestarikan budaya masyarakat Sunda.
"Saya merasa bangga dengan mengenakan pakaian dan berbahasa Sunda, karena bisa iku melestarikan budaya kita," katanya.
Pria menambahkan, selain menumbuhkan rasa kecintaan terhadap budaya leluhur, mengenakan pakaian tradisional dan berbahasa Sunda membuat lebih nyaman saat bekerja di kantor.
"Lebih santai dan refresh aja, karena bosan dengan mengenakan pakaian dinas sehari-hari. Ada inovasi kita bebas berpakaian tradisional, dan berbicara dengan bahasa Sunda," katanya.
Pewarta: Laily RahmawatiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026