Sukabumi (Antaranews Bogor) - Pemerintah Kota Sukabumi secara tegas melarang sekolah memungut biaya daftar ulang siswa yang naik kelas maupun siswa baru, khususnya di sekolah berstatus negeri.
"Kami sudah menyebar surat imbauan ke seluruh sekolah agar pada tahun pelajaran baru tidak ada lagi orangtua murid yang dibebani biaya daftar ulang," kata Wakil Wali Kota Sukabumi Ahmad Fahmi kepada wartawan, Sabtu.
Menurut dia, semua biaya sekolah dari tingkat SD sampai SMP sudah ditanggung pemerintah, seperti dari bantuan operasional sekolah (BOS) dan dana alokasi khusus (DAK). Jadi tidak ada alasan lagi sekolah memungut biaya daftar ulang kepada muridnya yang naik kelas maupun siswa baru.
Ia mengatakan sampai saat ini pihaknya juga sudah menggratiskan sekolah dari SD sampai SMP dan dalam waktu dekat ini tingkat SMA sederajatpun akan digratiskan dan saat ini masih dalam pembahasan. Selain itu, pihaknya juga mengimbau orang tua siswa jika ada oknum sekolah yang menarik biaya daftar ulang untuk segera dilaporkan baik kepada Dinas Pendidikan maupun komite sekolah.
"Kami di pemerintahan akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan warga Kota Sukabumi, jangan sampai ada anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikan karena masalah biaya, karena untuk anak yang tidak mampu akan ditanggulangi melalui progam beasiswa dan tidak ada alasan lagi, karena tidak punya biaya si anak tidak bisa melanjutkan sekolah," tambahnya.
Di sisi lain, Fahmi mengatakan pihaknya tidak memaksa orang tua si anak melanjutkan sekolah tetapi anak itu tidak mau melanjutkan sekolah dengan alasan lebih memilih bekerja atau mencari uang. Tetapi, jika si anak itu benar-benar ingin sekolah maka pemerintah akan dengan senang hati membantunya.
"Kami juga bertekad agar tidak ada lagi warga Kota Sukabumi yang putus sekolah apalagi buta aksara, dari data yang kami miliki rata-rata lama sekolah warga adalah 11,7 tahun atau bisa dikatakan mayoritas masyarakat Kota Sukabumi minimalnya sudah lulusan SMA," katanya.
Pemkot: Sekolah dilarang memungut biaya daftar ulang
Sabtu, 12 Juli 2014 15:49 WIB
Ilustrasi, sekolah. (Foto Antara/ Risky Cahyadi)
