Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI berupaya meningkatkan kualitas SDM tanah air dengan membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan tinggi dengan Pemerintah Aljazair.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan melalui keterangan di Jakarta, Kamis menegaskan bahwa kerja sama internasional merupakan kunci pengembangan sumber daya manusia. Selain itu, kerja sama internasional juga dapat mendorong peningkatan kualitas industri berbasis riset.
"Kemdiktisaintek menumbuhkan kualitas industri yang ada di Indonesia dengan riset yang berkaitan dengan kekayaan alam Indonesia dan terus meningkatkan kerja sama internasional, seperti pertukaran mahasiswa, visiting professor, dan kolaborasi riset. Harapannya, kita juga bisa menjalankan ini dengan Aljazair," katanya.
Wamen Fauzan mendukung kolaborasi antarindustri Indonesia-Aljazair yang telah terjalin untuk dikembangkan ke arah pemberian beasiswa serta fasilitasi pembelajaran bagi mahasiswa pada bidang-bidang strategis.
"Prinsipnya, ketika kita bicara tentang pendidikan, cakrawalanya sangat luas. Karena itu, terdapat banyak peluang kerja sama yang akhirnya akan bermuara pada penguatan pendidikan," ungkap Fauzan.
Lebih lanjut, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Khairul Munadi menjelaskan Aljazair menjadi salah satu prioritas dalam menjalin kerja sama, sebab kedua negara memiliki rekor baik dalam kerja sama.
Tercatat setidaknya dua program unggulan yaitu Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan The Indonesian Aid Scholarship (TIAS) di mana Aljazair menjadi salah satu negara mitra.
Dirjen Khairul menegaskan pihaknya akan memperluas penerima beasiswa internasional, meningkatkan penyebaran informasi, mobilisasi mahasiswa, dosen, dan kerja sama perguruan tinggi menjadi sejumlah langkah yang tengah disiapkan.
"Kami memprioritaskan memperkuat ekosistem pendidikan tinggi melalui kerja sama dan interaksi dengan mitra-mitra internasional, baik melalui kementerian maupun antarkampus," ujarnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Delegasi Kelompok Persahabatan Parlemen Aljazair-Indonesia, Mohammed Yazid Benhemouda mendorong peluang peningkatan jumlah beasiswa dari Aljazair untuk Indonesia maupun sebaliknya.
"Aljazair berharap adanya generasi baru yang dapat menjembatani kedua negara. Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) sudah memberi dampak positif, harapannya akan terdapat kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa dan ilmuwan Aljazair untuk belajar di Indonesia," tutur Mohamed Yazid.
Baca juga: Kementerian Diktisaintek gandeng BPJS Kesehatan untuk dokter spesialis
Baca juga: Presiden Pabowo bangun kampus baru STEM hingga pertukaran dosen dari negara Inggris
