Nakhon Ratchasima (ANTARA) - Doa ibu menjadi penguat utama bagi atlet para angkat beban Indonesia, Hilman, selaku debutan guna merebut medali emas ASEAN Para Games 2025 Thailand, di Convention Hall, The Centre Point Hotel Korat, Nakhon Ratchasima, Kamis siang.

Melalui ketenangan dan doa yang dibangun sejak malam sebelum pertandingan, dia berhasil tampil memuaskan guna merebut medali terbaik bagi Indonesia, lewat final nomor 45 kg putra klasifikasi BB.

"Saya banyak berdoa dan menghubungi ibu saya pada malam sebelum pertandingan," kata dia kepada ANTARA setelah pertandingan.

Hilman menceritakan, penampilan perdananya di APG dilakukan dengan penuh kehati-hatian, karena rasa gugup masih sedikit menyelimuti dirinya.

Baca juga: Klasemen medali APG 2025: Indonesia tempati peringkat kedua

Namun, persiapan mental yang matang serta keyakinan pada strategi yang disusun bersama pelatih, membuatnya mampu mengendalikan tekanan di atas panggung.

Dalam pertandingan tersebut, dia mencatatkan angkatan pertama 167 kilogram yang akhirnya menjadi penentu kemenangan.

Pria berumur 36 tahun itu sempat gagal saat angkatan kedua dan ketiga masing-masing 174 kg dan 179 kg. 

Beban tersebut berada di atas pencapaian terbaiknya selama latihan yang tercatat 173 kg.

Tetapi itu semua bagian dari strategi untuk menyiasati kemenangan.

Baca juga: Siti Alfiah sumbang medali emas pertama dari para renang pada APG 2025

Pada akhirnya pesaing terkuat, yakni Binh An Nguyen asal Vietnam, juga gagal dalam angkatan kedua (173 kg) dan ketiga (178 kg), sehingga hanya berhasil atau best lift pada percobaan pertama yakni 165 kg.

"Jadi medali emas ini untuk bangsa Indonesia," ujar pria lajang, kelahiran 24 Juni 1989 itu.

Pelatih tim angkat beban Indonesia Coni Ruswanta mengatakan prestasi Hilman tidak terprediksi sebelumnya.

"Kami hanya menargetkan perak, tetapi alhmadulillah dapat emas," kata dia.

Baca juga: Indonesia siap tonjolkan kekayaan budaya nusantara pada pembukaan ASEAN Para Games

Sementara itu, medali perunggu diraih oleh wakil Vietnam yang lain, yaitu Ngoc Phung Huynh. Dia melakukan angkatan 135 kg, 143 kg (best lift), dan 152 kg (no lift).

Hingga Kamis, pukul 14.00 WIB, tim para angkat beban Indonesia telah mengumpulkan dua emas dan dua perak, sejak Rabu (21/1).

Pada hari ini, pertandingan terakhir yang diikuti adalah final nomor 59kg putra klasifikasi BB, pada pukul 15.30 WIB. Tim Merah Putih mengandalkan M. Mabruk Arib Dzaky untuk menambah pundi-pundi emas bagi Indonesia.

 



Pewarta: Donny Aditra
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026