Depok (ANTARA) - Mahasiswa program studi Fisioterapi, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia, menorehkan prestasi membanggakan dengan mengamankan seluruh peringkat juara dalam ajang Problem Solving and Engineering Challenge (PSPEC) 2025 yang diselenggarakan Universitas Hasanuddin.
Juara 1 diraih oleh Tim Bubur Diaduk yang beranggotakan Hanif Maulana dan Saffanah melalui karya berjudul Program STEPS. Program ini merupakan pendekatan fisioterapi holistik untuk mencegah text neck syndrome sekaligus meningkatkan performa atlet esports.
Hanif dalam keterangannya, Rabu menyampaikan bahwa solusi yang mereka rancang berangkat dari realitas kebutuhan atlet esports masa kini.
“Kami melihat banyak atlet esports mengalami keluhan leher, bahu, dan punggung akibat postur dan durasi bermain yang panjang. Melalui STEPS, kami ingin menghadirkan solusi yang dapat mengatasi permasalahan tersebut sekaligus meningkatkan performa mereka secara berkelanjutan,” ujar Hanif.
Juara 2 diraih oleh Tim Thunder Strike, yang terdiri dari Andi Marianne Ieouaneeta Irawan dan Nadia Achmad, dengan karya TWIST dan WRIST. Program ini berfokus pada rehabilitasi dan pencegahan De Quervain’s tenosynovitis, cedera yang umum dialami atlet esports pada ibu jari dan pergelangan tangan.
Inovasi ini memadukan terapi konvensional dengan media musik ritmis dan video imersif untuk meningkatkan motivasi latihan, serta efektivitas proses pemulihan.
Sementara itu, Juara 3 diraih oleh Tim Tahu Bulat yang beranggotakan Hasya Lailatul Fitri dan Muh. Rafi Zhafran Makrudy dengan konsep G.A.M.E (Guided, Active, Mobility, Ergonomic). Pendekatan ini ditujukan untuk menangani gangguan postur seperti tech neck dan upper cross syndrome pada atlet esports yang banyak bekerja dalam posisi duduk statis.
Metode ini menekankan kombinasi latihan terstruktur, panduan aktif, mobilitas dinamis, dan penerapan prinsip ergonomi untuk menjaga kesehatan sekaligus menunjang performa atlet.
Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono menyatakan bahwa prestasi ini menunjukkan keunggulan kurikulum Vokasi UI yang berbasis pada kebutuhan industri dan masyarakat.
“Keberhasilan mahasiswa Vokasi UI menyapu bersih seluruh juara di PSPEC 2025 menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran terapan yang kami kembangkan mampu menghasilkan insan yang inovatif, adaptif, dan siap menjawab tantangan di lapangan," katanya.
Selain itu, kompetisi ini menjadi wadah untuk penguasaan ilmu, peningkatan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Selamat kepada para mahasiswa Vokasi UI yang sudah mengharumkan nama almamater Universitas Indonesia.
Baca juga: Vokasi UI beri solusi inovasi ekonomi sirkular untuk industri budi daya kelinci
Baca juga: Mengusir sepi, menumbuhkan harapan: CERIA untuk lansia Budi Mulia 4
Pewarta: Feru LantaraEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026