Depok (ANTARA) - Sarah Maharani, mahasiswa prodi Administrasi Asuransi dan Aktuaria, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), berhasil meraih Co-2nd Runner-Up pada Novice Category dalam ajang The 29th Indonesian Varsity English Debate (IVED) 2026.

Kompetisi debat bahasa Inggris tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Student English Forum (SEF) Institut Teknologi Bandung (ITB) dan didukung oleh Aurgumentum.

Perhelatan ini dilaksanakan melalui dua babak, yaitu babak preliminary (14–15 Februari) dan babak eliminasi (21-22 Februari).

IVED merupakan salah satu kompetisi debat bahasa Inggris tertua di Indonesia yang menggunakan format Australasian Parliamentary.

Dalam format ini, satu tim terdiri atas tiga pembicara dengan durasi pidato masing-masing delapan menit, bergantian antara pihak Affirmative (Pro) dan Negative (Kontra), tanpa interupsi (point of information). Babak debat ditutup dengan reply speech selama empat menit.

Sarah tergabung dalam tim UI C bersama rekan mahasiswa UI lainnya, Ghaitsa Shafa Ratu Aulia dari prodi Hubungan Internasional (FISIP), dan Aurelia Emily dari prodi Teknik Lingkungan (FT).

Dalam ajang ini, mereka berhadapan dengan berbagai perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.

Menurut Sarah, salah satu tantangan terbesar dalam kompetisi ini adalah mosi bertema hubungan internasional dan politik, seperti “That hybrid regimes should pursue complete transformation to liberal democracy.”

Ia juga menyoroti mosi “That as Feminist Movement, we oppose women’s position of being counterparts to poweful men” yang dianggap relevan dengan isu feminisme dan budaya misoginis.

“Kompetisi ini benar-benar melatih critical thinking dan analytical skills. Kita harus bisa memecah mosi, menemukan core clash, lalu membangun argumen yang logis dan konsisten. Kalau analisisnya kuat, mosi apa pun tetap bisa dicari angle yang make sense dan dipertahankan sampai akhir,” jelas Sarah.

Persiapan menuju kompetisi dimulai sejak Januari melalui sesi coaching rutin bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) English Debating Society (EDS) UI setiap empat kali seminggu.

Latihan meliputi sparring session, mattering, drilling, hingga matrix homework yang membahas topik politik Asia, ekonomi, hingga gerakan sosial. Tim juga berlatih bersama universitas lain untuk mengasah kemampuan komunikasi, argumentasi, dan strategi.

Sarah menuturkan bahwa motivasinya mengikuti IVED 2026 adalah untuk meningkatkan kemampuan debat sekaligus menantang diri sebelum lulus. Pencapaian ini menjadi langkah penting setelah sebelumnya ia belum berhasil menembus babak eliminasi.


Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Dr. Safrin Arifin, memberikan apresiasi atas capaian tersebut.

"Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Sarah dalam ajang IVED 2026. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Administrasi Asuransi dan Aktuaria  tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, dan komunikasi yang mumpuni,” tuturnya.

Partisipasi mahasiswa Vokasi UI dalam IVED 2026 ini turut memperkuat peran generasi muda dalam kemampuan berpikir kritis, komunikasi efektif, serta kolaborasi lintas disiplin.

Hal ini juga relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan  Berkualitas dan poin 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026