Depok (ANTARA) - Mahasiswa program studi (prodi) Administrasi Keuangan dan Perbankan, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI) berhasil meraih juara ketiga nasional kompetisi credit officer 2025.
Tim The Invictus yang beranggotakan Adrian Zulkarnain, Ilham Agung Pangestu, dan Florinda Inna Lichron N, berhasil meraih Juara 3 Credit Officer Competition 2025 tingkat nasional yang diselenggarakan Politeknik Negeri Semarang.
Ketua Program Studi Administrasi Keuangan dan Perbankan, Vindaniar Yuristamanda Putri di kampus UI Depok, Sabtu mengapresiasi prestasi yang diraih Tim The Invictus.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa pembelajaran di kelas mampu diterapkan secara nyata dalam konteks profesional. Kompetisi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Vokasi UI memiliki kemampuan analitis dan praktik yang kuat di bidang perbankan,” ujar Vindaniar yang juga merupakan dosen pembimbing tim The Invictus selama proses kompetisi.
Baca juga: Tim mahasiswa FTUI raih juara 1 ajang Minerba Convex 2025
Baca juga: Mahasiswa FTUI raih juara 1 ajang 'Corrosion Presentation Challenge'
Kompetisi ini menjadi barometer kemampuan calon analis kredit muda di Indonesia karena peserta diuji untuk menyelesaikan studi kasus kompleks terkait pengajuan kredit nasabah, kemudian mempresentasikan analisisnya berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Tahun ini, sebanyak 33 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berpartisipasi sejak 8 September hingga 11 November 2025.
Mengusung nama The Invictus, yang berarti “tak terkalahkan”, para mahasiswa tersebut menunjukkan determinasi kuat sejak tahap awal kompetisi.
Semangat tersebut tertanam dalam seluruh proses persiapan yang dilakukan secara intensif, mulai dari diskusi dengan mahasiswa tingkat atas yang pernah berlaga di kompetisi serupa, pendalaman materi kredit bersama dosen, hingga latihan pemecahan case study dan presentasi profesional.
Baca juga: Mahasiswa UI raih penghargaan "The Most Implementation Solution" di ajang ICON 3.0
Presentasi tidak hanya dinilai berdasarkan ketepatan analisis, tetapi juga profesionalisme penyampaian, kemampuan menjawab pertanyaan juri, efektivitas visualisasi data, serta pemahaman mendalam terhadap prinsip kehati-hatian (prudential banking).
Adrian Zulkarnain, perwakilan dari tim, mengatakan bahwa prestasi ini memberikan pembelajaran baru, terutama dalam hal analisis kredit dan kemampuan presentasi profesional.
“Kami sangat bersyukur bisa membawa almamater UI di tingkat nasional. Prosesnya tidak mudah, tetapi semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami dan mahasiswa lainnya untuk terus berkembang,” ujar Adrian.
Sejumlah mata kuliah seperti Administrasi Kredit/ Pembiayaan serta Pemantauan dan Evaluasi Kredit/ Pembiayaan menjadi fondasi penting saat persiapan kompetisi berlangsung.
Kurikulum yang aplikatif dan berbasis praktik membantu mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan industri perbankan yang sesungguhnya.
