Depok (ANTARA) - Lima mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari lintas disiplin ilmu meraih medali perak dalam ajang nasional berkat inovasi ReWear+, sebuah platform digital yang mengintegrasikan konsep preloved fashion dengan sistem donasi dalam satu ekosistem inklusif dan berkelanjutan.

Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Safrin Arifin, di kampus UI Depok, Selasa menegaskan capaian ini mencerminkan peran strategis pendidikan vokasi dalam melahirkan solusi aplikatif sekaligus mendukung agenda keberlanjutan kampus dan global.

“Inovasi ReWear+ menunjukkan bahwa ide sederhana dapat berkembang menjadi solusi yang memiliki nilai ekonomi, sosial, sekaligus kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

ReWear+ juga mendukung komitmen UI GreenMetric World University Rankings, khususnya
pada aspek pengelolaan limbah, pendidikan dan riset, serta tata kelola infrastruktur.

Melalui pendekatan circular economy yang berfokus pada penggunaan kembali, perbaikan, dan daur ulang, platform ini berkontribusi dalam mengurangi timbunan limbah tekstil sekaligus mendorong
perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup berkelanjutan.

Lebih dari sekadar pencapaian kompetisi, pengalaman ini membuka peluang bagi tim mahasiswa untuk mengembangkan ReWear+ menuju tahap implementasi yang lebih luas.

Ke depan, platform ini diharapkan menjadi bagian dari ekosistem inovasi berkelanjutan yang mendukung visi UI sebagai kampus berkelas dunia dengan komitmen terhadap pembangunan global yang berkelanjutan.

Vidia Nur Rossa, salah satu anggota tim menjelaskan inovasi ini berangkat dari pertanyaan sederhana: ‘Mengapa donasi pakaian masih terasa sulit dilakukan, sementara konsumsi fashion terus meningkat?’ Inilah yang melandasi kami dalam menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi dan mudah diakses.

Inovasi membanggakan dari kelima mahasiswa  dalam kategori Teknologi dan Transformasi Digital pada Ignite Future Fest Business Plan Competition yang diselenggarakan UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, pada 4-5 April 2026.

Kelima mahasiswa UI yang memperoleh capaian membanggakan tersebut adalah Vidia Nur Rossa
dan Sarah Maharani dari Program Studi (Prodi) Administrasi Asuransi dan Aktuaria (Program
Pendidikan Vokasi), serta Calvin Joy Tarigan, Simforianus Jonathan, dan Farrel Athalla Muljawan
dari Prodi Ilmu Komputer (Fakultas Ilmu Komputer).

Berbeda dengan platform jual beli pakaian bekas pada umumnya, ReWear+ dikembangkan sebagai
social enterprise berbasis circular economy.

Platform ini tidak hanya memperpanjang siklus hidup pakaian melalui transaksi preloved, tetapi juga menghadirkan nilai sosial melalui sistem donasi yang transparan dan terukur.

ReWear+ dirancang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Global Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang konsumsi dan produksi berkelanjutan, SDG 13 tentang aksi iklim, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

ReWear+ menghadirkan tiga fitur unggulan kepada penggunanya, seperti 1) Rewear, fitur jual beli
pakaian preloved dengan sistem auto-donation sebesar 7 persen dari setiap transaksi; 2) DoWear,
layanan donasi pakaian dengan proses distribusi yang terukur; dan 3) DoWear+, sebuah fitur yang
memungkinkan pengguna menyumbangkan pakaian untuk dijual dengan seluruh hasil penjualan
akan dialokasikan sebagai dana sosial.

Selain itu, platform ini dilengkapi inovasi berbasis teknologi seperti disaster calendar untuk  memantau penyaluran bantuan secara real-time, fair price algorithm untuk menentukan harga
yang adil, serta circular impact tracking yang mengukur kontribusi pengguna dalam mengurangi
limbah tekstil.

Lebih dari sekadar platform transaksi, ReWear+ hadir sebagai ekosistem digital yang menghubungkan gaya hidup, keberlanjutan, dan kontribusi sosial dalam satu sistem terpadu.



Pewarta: Feru Lantara
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026