Depok (ANTARA) - Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, siap menghadirkan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok di kawasan Masjid Agung yang berada dekat dengan Terminal Jatijajar.
Wali Kota Depok Supian Suri di Depok, Selasa mengatakan Kantor Kementerian Haji dan Umrah wilayah kerja Kota Depok mengatakan bangunan di kawasan masjid tersebut sangat memadai, tinggal dimanfaatkan secara optimal.
Kantor akan ditempatkan di lantai bawah bersama Dewan Kepengurusan Masjid, sementara area ibadah berada di lantai atas.
Dengan begitu, tidak diperlukan pembangunan gedung baru.
“Kalau memaksimalkan ruang yang sudah ada, tidak perlu lagi anggaran tambahan. Tinggal penyekatan ruangan saja, tentu nanti kita koordinasikan dengan Kementerian Haji dan Umrah,” kata Supian.
Ia menilai, bangunan masjid tersebut sangat representatif karena memiliki aula yang luas, ruang-ruang kantor, hingga perpustakaan yang bisa dialihfungsikan sementara untuk mendukung operasional kantor haji dan umrah.
Selain itu, lokasi masjid dinilai sangat strategis.
Tak hanya dekat Terminal Jatijajar, akses menuju jalan utama Jakarta–Bogor dan pintu tol juga mudah dijangkau.
Area parkir yang luas dinilai cocok untuk kegiatan manasik haji hingga pelepasan jamaah haji asal Kota Depok.
"Manasik hajinya bisa di sini. Kalaupun kita nanti melepas jamaah Haji Depok dari sini juga masih sangat representatif, karena area sangat luas buat parkir bis, termasuk ke arah tol juga dekat sekali. Jadi rasanya sangat strategis," katanya.
"Termasuk juga kalau kantor-kantor urusan Haji Umrah adanya di sini, warga bertanya gampang, di mana? Jalan Jakarta-Bogor, dekat Terminal Jatijajar, sudah bisa langsung tahu," ujarnya.
Supian Suri juga menyinggung kebijakan pemerintah pusat yang memisahkan Kementerian Agama dengan Kementerian Haji dan Umrah.
Dalam konteks itu, pemerintah daerah memiliki peran untuk membantu menyediakan fasilitas pendukung.
“Daripada bangunan besar ini tidak dimaksimalkan, lebih baik kita manfaatkan untuk kemaslahatan warga Depok,” ujarnya.
Baca juga: Kemenhaj optimalkan penggunaan kanal Kawal Haji guna tampung pengaduan jamaah
Baca juga: Dirjen "wanti-wanti" calon petugas haji harus pastikan jamaah terlayani dengan baik
Baca juga: Menhaj Irfan Yusuf tegaskan intervensi pengadaan barang dan jasa tak akan ditoleransi
