Depok (ANTARA) - Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah menyatakan pelajar sebagai aset strategis pembangunan manusia yang merupakan bibit pemimpin masa depan yang akan meneruskan estafet pembangunan bangsa.
“Oleh karena itu, kami mendorong organisasi kepemudaan dan pelajar, termasuk Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), untuk terus menjadi mitra pemerintah dalam membangun karakter generasi muda yang religius, kritis, kreatif, dan berwawasan kebangsaan,” kata Chandra di Depok, Rabu.
Saat Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Barat (IPM Jabar), Chandra
menyoroti tema Rakerwil IPM Jabar, yakni Meneguhkan Gagasan Membumikan Gerakan. Menurutnya, tema tersebut memiliki makna yang sangat relevan dengan tantangan saat ini.
“Gagasan besar tidak cukup berhenti di ruang diskusi, tetapi perlu diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan oleh umat, masyarakat, dan bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Chandra menyampaikan IPM memiliki sejarah panjang dalam melahirkan kader-kader yang intelektual, berakhlak, dan berdaya juang. Di tangan para pelajar, nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan terus dirawat dan dikembangkan.
“Dalam semangat Bersama Depok Maju, kami meyakini kemajuan daerah dan bangsa hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas generasi, antara pemerintah, dunia pendidikan, dan organisasi kepemudaan, untuk menyiapkan generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Menurutnya, Rakerwil bukan sekadar agenda organisatoris, tetapi juga menjadi ruang penting untuk menyusun arah gerak, merumuskan gagasan, serta menguatkan peran pelajar dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Sebuah kehormatan bagi kami, Kota Depok dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan strategis yang mempertemukan kader-kader pelajar Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa Barat,” tuturnya.
Pewarta: Feru LantaraEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026