Istanbul (ANTARA) - Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud mendesak para pejabat di Somaliland untuk membuka dialog dengan pemerintahannya dan menyatakan ia terbuka terhadap kompromi dalam berbagai isu, kecuali mengenai “persatuan negara.”

Pernyataan Mohamud disampaikan, Jumat, dalam perjalanan ke sebuah ibu kota provinsi yang juga diklaim sebagai wilayah Somaliland yang memisahkan diri.

Kunjungan itu menjadi yang pertama dilakukan oleh presiden Somalia yang masih menjabat ke wilayah tersebut dalam lebih dari 40 tahun.

Ia juga menegaskan bahwa langkah Israel untuk mengakui Somaliland telah ditolak, baik di tingkat internasional maupun domestik, serta menekankan bahwa persatuan Somalia bersifat tidak dapat ditawar.

Dalam kunjungannya, Mohamud mendatangi Las Anod, ibu kota administratif wilayah Sool, untuk menghadiri pelantikan presiden Negara Bagian Timur Laut yang baru dibentuk. Entitas tersebut menjadi negara bagian federal keenam Somalia pada Agustus lalu.

Kantor Presiden Somalia menyatakan kunjungan Mohamud merupakan simbol penguatan persatuan serta upaya pemerintah federal dalam menegakkan keutuhan wilayah dan persatuan bangsa Somalia.

Pada 26 Desember, Israel mengumumkan pengakuan resmi terhadap Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat, menjadikannya satu-satunya negara yang mengambil langkah tersebut. Keputusan itu memicu kritik tajam di kawasan.

Pemerintah Somalia kembali menegaskan komitmennya yang tegas dan tidak dapat ditawar terhadap kedaulatan, persatuan nasional, dan keutuhan wilayah, seraya menolak langkah Israel tersebut.

Somaliland telah beroperasi sebagai entitas yang mengatur diri sendiri secara de facto sejak menyatakan kemerdekaan dari Somalia pada 1991, namun hingga kini belum memperoleh pengakuan internasional sebagai negara berdaulat.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Wamenlu RI pastikan dukungan penuh Indonesia atas kedaulatan Somalia

Baca juga: Dewan Keamanan PBB gelar sidang darurat bahas pengakuan Israel atas Somaliland

 



Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Erwan Muhadam

COPYRIGHT © ANTARA 2026