Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, mengajak kalangan dunia usaha hingga masyarakat luas untuk bergotong royong dengan ikut ambil bagian membantu warga terdampak banjir di sejumlah wilayah daerah itu.
Ajakan tersebut disampaikan melalui Surat Edaran (SE) Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja Nomor 300.2/SE-10/BPBD/2026 Tentang Imbauan Bantuan Logistik Kebutuhan Dasar Masyarakat di Wilayah Terdampak Bencana Banjir yang diterbitkan 21 Januari 2026.
"Keterlibatan berbagai pihak penting untuk memperkuat penanganan di lapangan," kata Asep Surya Atmaja di Cikarang, Kamis.
Ia meminta peran anggota klaster logistik serta masyarakat dan dunia usaha yang ada di Kabupaten Bekasi untuk bahu membahu, berpartisipasi dalam penanganan penanggulangan bencana dengan membantu warga terdampak banjir.
Baca juga: Bupati Bekasi tinjau tanggul jebol di Desa Pantai Bakti pastikan percepatan penanganan
Baca juga: Banjir di Kabupaten Bekasi mulai berangsur surut
Jenis bantuan dasar yang saat ini dibutuhkan warga terdampak banjir, kata dia, seperti paket sembako, mi instan, air mineral, family kit, alat kebersihan, hygiene kit, makanan siap saji, selimut, matras, terpal, dan karung.
Ia mengatakan penyaluran bantuan dapat dilakukan secara langsung ke titik-titik pengungsian warga terdampak, melalui BPBD Kabupaten Bekasi atau di nomor layanan Ahmad Erlangga 081381015150 dan Abdul Rahman 08878813722 untuk mempermudah koordinasi bantuan.
"Kami berharap ajakan ini menjadi gerakan bersama agar kebutuhan warga terdampak bisa segera terpenuhi. Kami sampaikan terima kasih atas kontribusi masyarakat dan dunia usaha atas kepeduliannya," ucap Asep Surya Atmaja.
Baca juga: Pemkab Bekasi kendalikan tata ruang salah satu solusi cegah siklus banjir tahunan
Asep menyampaikan pemerintah daerah (pemda) telah melakukan kaji cepat, evakuasi warga terdampak, maupun mengirimkan bantuan logistik untuk warga, sebagai langkah cepat penanganan.
Berdasarkan data keseluruhan, banjir berdampak pada skala yang cukup luas. Sebanyak 39 desa di 17 kecamatan terdampak. Sementara hingga semalam banjir dilaporkan berangsur surut dan menyisakan 24 desa di 11 kecamatan terdampak.
Di titik-titik banjir itu terdapat 16.561 Kepala Keluarga (KK) masih terdampak. Dari total jumlah tersebut, 195 KK diantaranya masih mengungsi di tiga titik pengungsian. Meski berangsur surut, hujan sejak pagi hingga kini berpotensi kembali menambah luas wilayah terdampak.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026