Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memperkuat kapasitas petugas kehumasan daerah setempat melalui strategi komunikasi efektif di era digital guna mendukung keberhasilan program pembangunan.
Kepala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi Yan Yan Akhmad Kurnia mengatakan media sosial di era digital telah menjadi ruang publik utama masyarakat dalam mengakses informasi dan tantangan pemerintah bukan sekadar berbicara, melainkan memastikan informasi disampaikan jelas serta terpercaya guna membangun kepercayaan.
"Komunikasi publik saat ini sangatlah urgent, karena menyangkut kepercayaan masyarakat. Kepercayaan masyarakat menjadi modal utama dalam pembangunan," katanya dalam kegiatan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Talks di Cikarang, Selasa.
Baca juga: Diskominfosaintik Bekasi persilakan warga Lapor AA Bupati
Dia menyatakan melalui kegiatan kehumasan bertajuk IKP Talks ini, pihaknya berinisiatif serta berupaya mensinergikan strategi komunikasi para perangkat daerah dalam hal komunikasi publik.
Ia menjelaskan Diskominfosantik mendorong media sosial perangkat daerah menjadi satu ekosistem komunikasi yang saling terhubung melalui narasi tunggal sebagaimana amanat Inpres nomor 9 tahun 2015.
"Narasi tunggal bukan berarti menyeragamkan, tetapi bagaimana mengorkestrasikan seluruh suara perangkat daerah dalam satu arah komunikasi pembangunan kepada masyarakat," katanya.
Ia mengarahkan segenap operator media sosial perangkat daerah untuk dapat menjadi ekosistem bagi media sosial Kabupaten Bekasi yang menjadi satu kesatuan.
Baca juga: Diskominfosantik Bekasi salurkan bantuan korban banjir di Cibarusah
Menurut dia, Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara dengan penduduk lebih dari tiga juta jiwa, memiliki dinamika sosial yang tinggi mulai dari isu pelayanan publik kesehatan, pendidikan, infrastruktur, ketenagakerjaan, dan lainnya.
Di era media sosial, lanjutnya, satu informasi yang tidak tepat atau tidak direspons dengan baik dapat memicu misinformasi hingga krisis kepercayaan publik, sehingga strategi komunikasi publik mesti dibangun secara terkoordinasi agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.
"Di sinilah urgensi strategi komunikasi sebagai jawaban untuk menyikapi isu publik secara terkoordinasi dengan data akurat, pesan konsisten dan empati tinggi. Sebaik apa pun program yang kita rancang, tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat, semuanya akan sia-sia," ujarnya.
Baca juga: Diskominfosantik Bekasi kenalkan dunia digital kepada pelajar SMK
Dia mengungkapkan tantangan ke depan adalah bagaimana meluruskan misinformasi yang ada, sehingga masyarakat bisa disuguhkan fakta-fakta informasi yang benar. "Kami juga mengharapkan masyarakat bisa memilah dan memilih mana informasi yang benar dan mana informasi yang tidak valid," ucapnya.
Yan Yan mengajak seluruh perangkat daerah mengubah paradigma komunikasi publik melalui media sosial sebagai ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat, sehingga diharapkan menghasilkan tata kelola komunikasi publik yang terpadu, responsif dan terpercaya.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.