Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengajak seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia bersama-sama memulihkan Sumatera pascabencana melalui berbagai program riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek Fauzan Adziman melalui keterangan di Jakarta, Kamis, menegaskan pembentukan konsorsium menjadi kebutuhan mendesak agar kontribusi perguruan tinggi tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dan berdampak nyata.
"Bencana yang terjadi di Sumatera tidak bisa ditangani secara parsial. Kita butuh konsorsium agar kepakaran, riset, dan sumber daya perguruan tinggi bisa digerakkan secara terkoordinasi dan tepat sasaran," katanya.
Dirjen Fauzan menyebutkan pemerintah tengah menyiapkan kerangka pemulihan dan rekonstruksi nasional melalui pembentukan satuan kerja khusus sesuai keputusan presiden, dengan kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp60 triliun. Anggaran tersebut rencananya akan dialokasikan berbasis rencana aksi dan penguatan ekosistem akademik nasional.
Baca juga: Kemdiktisaintek dorong PTS kolaborasi dengan PTN guna tingkatkan APK kuliah
Oleh karena itu Fauzan menyebutkan pemetaan wilayah kritis, pengorganisasian kepakaran dan penguatan basis data ahli kebencanaan dari perguruan tinggi menjadi krusial. "Saat ini sudah terdata puluhan pakar kebencanaan lintas kampus yang siap turun langsung, dan konsorsium ini akan membantu kami mendelegasikannya," ucap Fauzan.
Salah satu program yang diperkenalkan adalah Program Mahasiswa Berdampak yang mengintegrasikan kegiatan KKN dengan pendanaan proposal mahasiswa agar terlibat langsung dalam proses pemulihan di daerah terdampak. Adapun total anggarannya mencapai Rp18 miliar hingga Rp20 miliar kepada 150 proposal, dengan pendanaan maksimal Rp120 juta per proposal.
Ia juga juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif, termasuk melalui media nasional dan konten edukasi, agar pemulihan dapat dipahami dan didukung oleh masyarakat luas.
Baca juga: Kemdiktisaintek dukung penguatan RS PTN menjadi rumah sakit unggul dan mendunia
Sejalan dengan arahan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Muryanto Amin menegaskan pembentukan konsorsium ini sebagai tindak lanjut dari berbagai diskusi antar pimpinan perguruan tinggi sebelumnya.
"Kita ingin memastikan kerja perguruan tinggi pascabencana ini punya acuan bersama yang sudah ada. Perlu ada rule book, komitmen, dan pembagian peran yang jelas, supaya upaya pemulihan bisa berjalan lebih cepat," ucapnya.
Sementara Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah menyampaikan komitmen UI dalam mendukung penanganan bencana melalui berbagai program yang telah dijalankan secara berkelanjutan.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan pendidikan bagi masyarakat terdampak bencana, termasuk kemudahan akses dan pendampingan administrasi pendidikan bagi peserta didik. "Pemulihan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi memastikan anak-anak dan generasi muda tetap bisa melanjutkan pendidikan mereka dengan baik," tutur Heri Hermansyah.
