Sampit (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), melakukan pemetaan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Pemetaan daerah terutama dari sisi geografis berupa gambut atau rawa tebal," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam di Sampit, Kamis.
Adapun wilayah yang telah dipetakan itu mulai dari Kecamatan Teluk Sampit, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Kota Besi, hingga Cempaga.
Saat ini bahkan di beberapa kecamatan tersebut sudah terjadi kebakaran lahan yakni di Kecamatan Teluk Sampit, Mentawa Baru Ketapang, dan Cempaga.
Ia mengatakan kebakaran lahan pada Rabu (21/1) siang terjadi di tiga lokasi yakni di Jalan Robby dan Jalan Bawi Jahawen Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, serta di Desa Luwuk Bunter Kecamatan Cempaga.
Personel BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) langsung dikerahkan memadamkan kebakaran di dua lokasi di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit.
Sementara itu untuk kebakaran di Desa Luwuk Bunter, BPBD berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat untuk penanganan cepat karena lokasinya cukup jauh dari pusat Kota Sampit.
Beberapa hari lalu kebakaran lahan juga terjadi di Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit yang melanda enam hektare lahan.
Multazam mengakui berkurangnya intensitas hujan membuat air muka tanah menurun sehingga tingkat kerawanan karhutla meningkat.
Tingkat kerawanan karhutla saat ini juga terpantau titik panas yang bermunculan. Kemarin terpantau tujuh titik panas di dua kecamatan dengan tingkat kepercayaan di angka 8, yang biasanya mengindikasikan memang terjadi kebakaran di lokasi titik tersebut.
Multazam menyebut kondisi saat ini mulai memprihatinkan dan perlu kesiapsiagaan, karena sudah terjadi peningkatan titik panas dan kejadian. Setidaknya sudah ada 54 titik panas terpantau sepanjang Januari ini. Angka ini tertinggi dibanding Januari 2023, 2024 dan 2025.
Baca juga: Kebakaran lahan di Aceh Barat meluas jadi sembilan hektare
Baca juga: Kotawaringin Timur optimalkan kewaspadaan kebakaran hutan dan lahan
Pewarta: Muhammad Arif Hidayat/NorjaniEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.