Depok (Antaranews Bogor) - Salah seorang inisiator PDI Perjuangan Pro Jokowi (Projo) Fahmi Alhabsyi mengatakan PDIP Projo dibentuk guna mengorganisir diri kader dan simpatisan yang seide-seirama di seluruh Indonesia yang siap "pasang badan" untuk pencapresan Jokowi.
"Deklarasi oleh kader dan simpatisan (KS) PDI Projo untuk mendukung pencapresan Jokowi 2014 agar dapat menata PROJO (negeri) ini lebih baik lagi," kata Fahmi Alhabsyi menanggapi pro-kontra pembentukan PDI Perjuangan Projo hingga isu perpecahan di dalam tubuh kader dan simpatisan partai berlambang banteng tersebut, Selasa.
Aktivis UI 98 yang juga certified nutrisionist dalam pengobatan kanker ini mengatakan kader dan simpatisan PDI Perjuangan menyatukan ide dalam Manifesto KS PDI Perjuangan Pro Jokowi atau dikenal Fespro yang dilanjutkan dengan mengorganisir diri didasari realitas politik dalam empat hal.
Pertama PDIP Projo jelasnya loyal atas kebijaksanaan Ibu Mega karena kapasitas kenegarawanan beliau yang selalu mendengar, merasakan, memahami kehendak mayoritas simpatisan partai dan rakyat yang menginginkan Jokowi menjadi Presiden 2014, dibanding kehendak elit semata.
"Tentu kebijakan itu dapat dipertanggungjawabkan empiris melalui mekanisme pandangan umum DPD pada rakernas, survei yang dilakukan terhadap simpatisan, kader ataupun masyarakat indonesia secara luas oleh lembaga survei eksternal ataupun internal partai sendiri," katanya.
Kedua, kami tidak rela Jokowi dicalonkan secara sepihak lebih awal oleh partai lain sebagai strategi pemenangan pileg 2014, (antisipasi seandainya gugatan Yusril Ihza Mahendra atas pencapresan sebelum pemilu legislatif di Mahkamah Konstitusi dimenangkan.
"Kami menginisiasi hal ini kepada publik dan simpatisan partai sebagai edukasi politik," ujarnya.
Ketiga, kami meyakini bahwa Jokowi siap dicalonkan sebagai Presiden 2014 oleh PDI Perjuangan atas kehendak rakyat dan simpatisan, dan tidak akan mau dicalonkan partai lain sebagai Presiden 2014 , dikarenakan Jokowi tidak punya track record politik berkhianat.
Keempat, kader dan simpatisan PDI Perjuangan Pro Jokowi mencium ada upaya sistematis elit politik tertentu untuk mendegradasi kepemimpinan Jokowi saat ini, sehingga tidak bisa maju sebagai capres 2014, dengan mengadu domba PDI Perjuangan dengan rakyat melalui berbagai skenario yang jauh dari harapan dan kehendak rakyat .
"Demokrasi tidak bisa berhasil kecuali orang-orang yang mengekspresikan pilihan mereka siap untuk memilih dengan bijak," demikian Fahmi.
Sebelumnya sejumlah kader dan simpatisan mendeklarasikan PDI Perjuangan �Pro Jokowi� (Projo) untuk mendukung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjadi calon presiden pada pemilihan Presiden 2014.
Deklarasi juga dihadiri oleh puluhan paguyuban-paguyuban warga Jawa Tengah yang berdomisili di Jakarta (seperti paguyuban warga Demak, Pati, Sukoharjo dll) yang mendukung Jokowi sebagai presiden RI pada 2014.
PDI Perjuangan Projo "pasang badan" untuk Jokowi
Selasa, 24 Desember 2013 10:47 WIB
Ilustrasi Logo PDIP (Foto Antara)
"Demokrasi tidak bisa berhasil kecuali orang-orang yang mengekspresikan pilihan mereka siap untuk memilih dengan bijak,"
